Kasus Covid-19 Menurun, Kota Bogor Kembali Rencanakan PTM 100 Persen

Terus menurunnya kasus Covid-19 di Kota Bogor membuat wakil wali kota Bogor Dedie A Rachim berencana menerapkan kembali PTM 100 persen

Kasus Covid-19 Menurun, Kota Bogor Kembali Rencanakan PTM 100 Persen
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berencana ingin kembali menggelar PTM 1oo persen di semua jenjang pendidikan menyusul semakin menurunnya kasus Covid-19 di Kota Bogor.

INILAHKORAN, Bogor -  Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen lantaran trend kasus Covid-19 semakin menurun.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor pun akan segera menentukan langkah pemberlakuan PTM 100 persen pada semua jenjang pendidikan di tahun ajaran baru 2023-2023 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, melihat perkembangan kasus positif Covid-19 Kota Bogor dan indikator lainnya semakin membaik, sehingga PTM bisa ditingkatkan ke yang lebih baik atau PTM 100 persen.

Baca Juga: Sebanyak 1.600 Personel Gabungan Siap Amankan Istana Bogor

"Tentu kebijakan PTM sifatnya di kota/kabupaten, sehingga kami yang tentukan. Tetapi harus dengan pertimbangan yang matang," ungkap Dedie kepada INILAH pada Senin  11 April 2022.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi menuturkan, masih ada kasus positif pelajar dan guru di Kota Bogor menjadi pertimbangan kebijakan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen, pihaknya bergerak cepat dengan menutup sementara sekolah yang ada temuan kasus positif Covid-19 tersebut. Sehingga rencana PTM 100 persen di Kota Bogor tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"PTM 100 persen pada semua jenjang pendidikan bakal dilakukan pada tahun ajaran baru 2023-2023. Kami sudah sampaikan kepada satgas Covid-19 Kota Bogor, bahwa PTM sekarang itu masih 50 persen, walaupun Kota Bogor sudah memungkinkan 100 persen. Kita harus adaptasi dulu," ungkap Hanafi.

Baca Juga: Permintaan Uang Baru dan Pecahan Kecil Naik Jelang Lebaran, BI Sebut Kebutuhan Selama Ramadhan Rp24 Triliun

Hanafi melanjutkan, dirinya juga beberapa waktu lalu sudah mendapatkan laporan ada siswa Sekolah Dasar (SD) yang terpapar Covid-19. Sehingga, Disdik Kota Bogor langsung mengambil kebijakan untuk menutup sementara sekolah tersebut.

"Sekarang saja sudah ada yang kena kok (terpapar Covid-19-red). Meskipun, secara umum Kota Bogor sebenarnya sudah dapat melaksanakan PTM 100 persen. Secara regulasi kami sudah memenuhi syarat, capaian vaksin pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) sudah 80 persen, lansia sudah diatas 50 persen. Jadi, sudah memungkinkan 100 persen," tambahnya.

Hanafi menjelaskan, untuk melaksanakan PTM 100 persen, harus melihat sarana dan prasarana yang disiapkan di masing-masing sekolah.

Baca Juga: Belum Ajukan Kasasi, Pengacara Herry WIrawan Masih Nunggu Salinan Putusan

"Mulai dari kelas 1, 2, dan 3 dulu yang masuk. Kita harus adaptasi, kami juga harus kasih pemahaman kepada masyarakat," pungkasnya.

Seperti diketahui, sekolah di berbagai jenjang di Kota Bogor saat ini masih menerapkan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas maksimal 50 persen. Kebijakan tersebut sudah diterapkan Pemkot Bogor pada Senin (21/3/2022) lalu. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya mengeluarkan surat edaran Nomor : 08/STPC/03/2022 tentang Kebijakan Pembelajaran Pada Masa PPKM Dalam Rangka Pengendalian Covid-19 di Kota Bogor. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran