Kasus Kebakaran di KBB Melonjak Sejak J
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Api seolah datang lebih sering dalam tiga bulan terakhir. Di Kabupaten Bandung Barat, jumlah kebakaran yang sepanjang awal tahun masih berada pada kisaran satu hingga puluhan kejadian per bulan, tiba-tiba melonjak sejak Juli 2026.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat mencatat 292 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 222 kejadian terjadi hanya dalam tiga bulan terakhir.
Catatan bulanan memperlihatkan perubahan yang cukup tajam. Januari tercatat sembilan kejadian, Februari tujuh, Maret 17, April delapan, Mei sembilan, dan Juni 20 kejadian.
Memasuki Juli, angka kebakaran melonjak menjadi 73 kejadian. Agustus tercatat 67 kejadian, sebelum kembali meningkat pada September dengan 82 kejadian sekaligus menjadi angka tertinggi sepanjang periode tersebut.
Dengan demikian, lebih dari 76 persen kebakaran dalam sembilan bulan terjadi hanya pada Juli hingga September.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB Siti Aminah Anshoriah mengatakan lonjakan tersebut membutuhkan perhatian bersama. Peningkatan kejadian bukan hanya menambah beban petugas di lapangan, tetapi juga menjadi peringatan bahwa risiko kebakaran meningkat.
“Kami mencatat total 292 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026. Angka ini cukup tinggi terutama pada kuartal ketiga yang melonjak sangat tajam,” kata Siti, Rabu (23/9).
Kesiapan petugas, menurut Siti, tetap dijaga untuk menghadapi setiap laporan. Namun, upaya pencegahan dari lingkungan rumah dan aktivitas sehari-hari dinilai menjadi langkah penting untuk menekan potensi kebakaran.
Hal-hal sederhana pun menjadi perhatian. Warga diingatkan memastikan peralatan listrik telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami memohon kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan. Kebakaran dapat dicegah jika kita semua lebih teliti dan berhati-hati. Mari kita jaga lingkungan kita bersama,” ujarnya.
Warga juga diminta segera menghubungi layanan darurat apabila melihat atau menduga terjadi kebakaran. Kecepatan laporan diharapkan membuat petugas dapat bergerak lebih cepat sebelum api meluas.
(agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran

