Kasus Wanita Ditendang Pria di Senayan City: Pengunggah Video Buka Suara
Pengunggah pertama video kasus kekerasan di Senayan City buka suara. Ia mengklarifikasi alasan menghapus utas, isu teror, hingga respons pengelola mall.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kelanjutan kasus kekerasan berupa penendangan terhadap seorang wanita di area food court Senayan City akhirnya menemukan titik terang. Pemilik akun Threads trashygoddesss yang merupakan pengunggah pertama rekaman video insiden tersebut resmi buka suara memberikan klarifikasi.
Melalui rangkaian unggahan utas terbaru, ia mewakili suara korban untuk meluruskan kabar simpang siur yang beredar liar di masyarakat, sekaligus menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas perhatian publik.
"Pertama-tama saya mau meminta maaf karena sudah membuat semua resah dan terima kasih juga untuk dukungan dan kepedulian yang diberikan pada korban serta kami orang sekitarnya. Disini saya akan mewakili suara teman saya selaku korban dari kek3rasan yang terjadi di mall," tulisnya di awal klarifikasi.
Alasan Menghapus Utas dan Isu Spekulasi Liar
Menanggapi pertanyaan netizen terkait penghapusan utas video pertama, akun trashygoddesss menegaskan langkah tersebut diambil demi keselamatan dan kenyamanan korban.
"Karena berita sudah simpang siur, saya mau menjelaskan bahwa utas yang kemarin, harus saya take down dengan alasan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan teman saya (korban)," ungkapnya.
Ia juga menepis berbagai spekulasi yang menuduh adanya isu pencopetan, black campaign (BB), maupun keterlibatan buzzer. Ia memastikan bahwa saksi di lokasi kejadian berpihak pada korban dan siap memberikan keterangan jika kasus ini berlanjut ke jalur hukum.
"Bagi yg berspekulasi di luar konteks (ada yang copet, BB, buzzer lainnya), saya tegaskan bahwa pasangan (laki dan perempuan) yang mengantri di sebelah teman saya... bersedia untuk menjadi saksi apabila kejadian ini akan ditindak lanjuti. Ini pure tindakan kek3rasan," tegasnya.
Pihak Mall Sudah Hubungi Korban
Terkait rumor yang menyebutkan adanya intimidasi dari pengelola pusat perbelanjaan, pemilik akun mengonfirmasi bahwa pihak manajemen Senayan City justru sudah membuka komunikasi secara kooperatif dengan korban.
"Kemudian pihak mall juga sudah reach out teman saya dan sudah berkoordinasi jika korban ingin menindak lanjuti hal ini ke kepolisian," jelasnya.
Ia menutup klarifikasinya dengan meminta publik untuk tidak menyebarkan spekulasi tidak benar guna menjaga kondisi fisik serta mental korban yang saat ini masih dalam pantauan orang-orang terdekatnya.
Editor : Firda Rachmawati

