Kawasan Bukit Plangon Tergerus Pembangunan, Monyet Liar Migrasi Hingga Perkantoran Pemkab Cirebon

Adanya pembangunan di kawasan Bukit Plangon seperti perumahan Trusmi Land membuat para penguni habitat hutan di kawasan tersebut mirgasi seperti monyet liar ke kawasn perkantoran Pemkab Cirebon

Kawasan Bukit Plangon Tergerus Pembangunan, Monyet Liar  Migrasi Hingga Perkantoran Pemkab Cirebon
Monyet liar penguni asli kawasan hutan Bukit Plangon tampak berkeliaran di pinggir jalan raya bahkan hingga ke kawasan perkantoran Pemkab Cirebon. Itu terjadi lantaran adanya perusakan hutan hingga tergerus pembangunan Trusmi Land di seberang hutan. (Maman Suharman/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Kawasan Bukit Plangon di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, bukan hanya dikenal sebagai wilayah perbukitan yang sarat nilai sejarah dan spiritual. Lebih dari itu, Bukit Plangon juga menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna yang hidup berdampingan dengan masyarakat. 

Salah satu yang paling mudah dijumpai adalah kawanan monyet liar yang telah lama menghuni kawasan hutan dan pepohonan di sekitar Bukit Plangon. Keberadaan monyet-monyet ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap Plangon.

Perusakan alam lantaran tergerus berbagai proyek pembangunan di sebrang hutan Bukit Plangon, secara tidak langsung mengusir habitat fauna yang ada di sana, seperti kontroversi pembanunan Trusmi Land.   

Setiap pagi hingga sore hari, kawanan monyet terlihat beraktivitas di pepohonan, menyusuri lereng Bukit Plangon, hingga mendekati area jalan dan permukiman warga. 

"Dari dulu monyet monyet liar ini memang sudah ada di sini. Tapi kalau hutan plangon masih terjaga. Nah, yang dirusak itu yang berada di seberang hutan Plangon yang memang keberadaanya milik warga. Tapi Kalau hutan disebelahnya rusak, mereka mau ke mana lagi?” kata Toat, salah satu tokoh warga yang rumahnya tepat dikaki hutan Plangon, Selasa 20 Januari 2026.

Namun menurut Toat, seiring berkurangnya ruang hijau akibat aktivitas pembangunan dan pembukaan lahan di sebelah hutan Plangon, habitat alami monyet-monyet tersebut kian terdesak. 

Kondisi ini tak jarang memicu konflik antara satwa dan manusia. Monyet yang kehilangan sumber makanan di hutan mulai turun ke permukiman, mengambil makanan warga, bahkan merusak tanaman.

"Sebetulnya warga disini jujur saja tidak suka dengan banyaknya monyet-monyet liar. Kami yang sejak kecil hidup disini merasa terganggu. Monyet itu banyak nya merusak fasilitas yang ada. Tapi mau bagaimana lagi ini bagian dari resiko kami bermukim disini. Nah setelah ada pembabatan lahan disebelahnya, perilaku monyet-monyet makin liar," aku Toat.

Toat menyebutkan, fenomena tersebut bukanlah kesalahan satwa, melainkan dampak langsung dari menyempitnya habitat alami. Kawasan Plangon yang berfungsi sebagai hutan kecil dan daerah resapan air seharusnya tetap dijaga agar mampu menopang kehidupan manusia dan satwa secara seimbang.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKS, Supriyadi mengaku tidak setuju kalau kawasan Plangon dirusak. Dia menilai, kawasan Plangon memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem di wilayah Sumber dan sekitarnya. 

Selain mencegah banjir dan menjaga ketersediaan air tanah, kawasan ini menjadi koridor alami bagi satwa liar, termasuk monyet, burung, dan hewan kecil lainnya. Namun akunya, sekarang alam Plangon menghadapi tantangan besar. 

"Saat ini kerusakan lingkungan tidak hanya mengancam keselamatan warga akibat bencana ekologis. Tapi mengancam juga keberlangsungan kehidupan satwa yang telah lama menjadikan kawasan ini sebagai tempat mereka," ucap Supriyadi. 

Saat ini lanjutnya, berbagai pihak mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius melindungi kawasan Plangon melalui penguatan kebijakan tata ruang dan pembatasan aktivitas yang merusak lingkungan. Dirinya juga berharap ada edukasi kepada masyarakat, mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan alam. 

Ironisnya, dengan rusaknya kawasan hutan Plangon yang bersebrangan dengan hutan hunian monyet-monyet itu, sudah hampir satu ini ada beberapa kawanan monyet yang bermigrasi di area perkantoran Pemkab Cirebon. Ada sekitar lima monyet hilir mudik di pepohonan, khususnya di parkiran belakang kantor DPRD Kabupaten Cirebon. 

Namun sampai saat ini keberadaan kawanan monyet itu jarang terlihat, ketika pihak Setwan menebang beberapa pohon, karena usianya dinilai cukup tua dan ditakutkan roboh. 

Dari pengamatan yang ada, di tengah arus pembangunan, Plangon seakan mengingatkan bahwa alam, manusia, dan satwa terikat dalam satu ekosistem. Ketika satu unsur diabaikan, keseimbangan akan runtuh. Harapan warga pun sederhana yaitu Plangon tetap hijau. 

Meskipun kabarnya sebagian warga Kelurahan Babakan mengaku tidak suka dengan keberadaan monyet-monyet, namun tetap mereka membiarkan kawanan ini memiliki rumah di hutan Plangon.


Editor : Ahmad Sayuti