Unik! Begini Cara Memanggil Kawanan Monyet di Bukit Plangon yang Jadi Daya Tarik Wisata
salah satu hal yang paling menarik perhatian wisatawan adalah cara unik untuk memanggil kawanan monyet di Bukit Plangon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bukit Plangon atau yang dikenal sebagai Situs Plangon di Kabupaten Cirebon memiliki keunikan tersendiri yang membuat wisatawan penasaran.
Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga dikenal sebagai habitat kawanan monyet liar yang hidup bebas dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tarik wisata setempat.
Saat berkunjung ke Situs Plangon, pengunjung dapat menyaksikan puluhan monyet yang berkeliaran bebas di sekitar area perbukitan.
Menariknya, keberadaan kawanan monyet ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, awal mula populasi monyet di Bukit Plangon berasal dari sepasang monyet yang dibawa oleh Pangeran Panjunan sepulang dari Aceh.
Karena kondisi geografis Bukit Plangon dinilai cocok sebagai habitat alami, kawanan monyet tersebut kemudian berkembang biak dan menetap hingga kini.
Seiring waktu, monyet-monyet tersebut justru menjadi ikon sekaligus magnet wisata yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.
Cara Unik Memanggil kawanan monyet
Dikutip dari Indonesia Kaya, salah satu hal yang paling menarik perhatian wisatawan adalah cara unik untuk memanggil kawanan monyet di Bukit Plangon.
Masyarakat setempat mengenal sebuah pohon tua yang memiliki lubang di bagian tengah batangnya. Pohon ini kerap digunakan sebagai alat pemanggil monyet.
Cukup dengan memukul batang pohon berlubang tersebut, bunyi yang dihasilkan akan menggema dan dalam waktu singkat kawanan monyet akan turun dari pepohonan dan mendekat ke area tersebut. Suara khas dari batang pohon diyakini sudah dikenali oleh monyet-monyet sebagai tanda kehadiran manusia.
Interaksi langsung dengan kawanan monyet menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen berbaur dengan monyet-monyet tersebut, meski tetap diimbau untuk menjaga jarak aman dan tidak mengganggu habitat satwa.
Editor : Firda Rachmawati

