KBI Genjot SRG
Keberadaan sistem resi gudang (SRG) hingga kini belum dimanfaatkan optimal. Padahal, pemanfaatannya bisa menjaga stabilitas harga komoditas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Keberadaan sistem resi gudang (SRG) hingga kini belum dimanfaatkan optimal. Padahal, pemanfaatannya bisa menjaga stabilitas harga komoditas.
Untuk itu, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) terus menjalin kolaborasi dan sinergi dari semua pemangku kepentingan terkait manfaat serta mekanisme pemanfaatan SRG ini kepada masyarakat. Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, dalam pemanfaatan SRG ini sebagai BUMN pihaknya berperan sebagai pusat registrasi resi gudang.
“Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki banyak komoditas, sangat memungkinkan untuk berkembangnya pemanfaatan SRG. Kuncinya, para pemilik komoditas memahami tentang manfaat SRG ini untuk menjaga stabilitas harga komoditas. Dengan memanfaatkan SRG, taraf ekonomi para pemilik komoditas bisa meningkat. Untuk tahun 2021, kami optimistis pemanfaatan SRG akan tumbuh positif,” kata Fajar, Senin (15/2/2021).
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki KBI hingga saat ini terdapat 224 gudang SRG yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Tarkait pemanfaatan SRG, Peraturan Menteri Perdagangan No 33/2020 secara eksplisit menyebutkan sejumlah komoditas yang dapat disimpan di gudang SRG. Saat ini terdapat 18 jenis komoditas yang tmasuk dalam skema SRG yakni gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam karkas beku.
“Untuk pemanfaatan SRG itu, sepanjang 2020 KBI menerbitkan sebanyak 427 resi gudang dengan nilai pembiayaan sebesar Rp93,6 miliar. Pada 2019 lalu, kita menerbitkan sebanyak 444 resi gudang dengan nilai pembiayaan sebesar Rp56,5 miliar,” ujarnya.
Guna menggenjot pemanfaat SRG itu, dia mengaku KBI dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melakukan pelatihan kepada calon pengelola gudang SRG. Sesuai aturan, peran dan fungsi KBI melakukan penatausahaan resi gudang. Hal itu meliputi pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan serta penyediaan sistem dan jaringan informasi.
Selain itu, KBI juga menyediakan sistem informasi yang terintegrasi dengan pengelola gudang, lembaga pembiayaan, badan pengawas, Kementerian Keuangan untuk menjaga kerahasiaan data dan informasi. Plus, memberikan informasi dan data serta melakukan verifikasi dan konfirmasi transaksi resi gudang kepada pelaku pasar dan pemangku kepentingan.
Sementara, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti Widiastuti menyebutkan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi serta edukasi terkait SRG kepada masyarakat. Hal itu terkait dengan besarnya manfaat dari resi gudang bagi para pemilik komoditas. Namun, dalam pelaksanaannya dia mengakui hal itu belum optimal sehingga berakibat pemanfaatannya belum seperti yang diharapkan.
Menyikapi hal tersebut, Bappebti menjalankan salah satu fungsinya yaitu pembinaan berupa menggelar sejumlah pelatihan. Materi dalam pelatihan itu terkait tujuan dari SRG, manfaat yang dapat dirasakan pelaku SRG, mekanisme transaksi dalam SRG, pelaku usaha dan atau lembaga terkait dalam SRG, pembiayaan yang dapat dimanfaatkan, serta mekanisme penerbitan resi gudang.
“Untuk saat ini, penerbitan resi gudang dilakukan melalui aplikasi IS-Ware NextGen yang dikembangkan PT Kliring Berjangka Indonesia sebagai pusat registrasi resi gudang. Harapan kami, dengan memahami semua materi yang diberikan akan mengimplementasikan SRG dengan baik. Sehingga ke depannya akan mendorong berkembangnya SRG,” ujarnya.
Widiastuti menuturkan, dalam pelatihan SRG pada Kamis (11/2/2021) lalu itu pihaknya melakukan pelatihan tentang mekanisme penerbitan resi gudang dan penggunaan IS-Ware Next Gen. Pelatihan secara daring itu diikuti para calon pengelola gudang di seluruh Indonesia.
Khusus mengenai IS-Ware NextGen, aplikasi itu merupakan pengembangan dari aplikasi registrasi resi gudang yang telah digunakan sejak 2010. Dia meyakini, dengan aplikasi yang berbasis block chain dan smart contract itu akan menjadikan pelaksanaan registrasi resi gudang menjadi lebih aman karena didukung dengan teknologi canggih yang andal dan terukur.
“Selain itu, aplikasi ini dikembangkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada para pelaku resi gudang untuk melakukan registrasi,” tambahnya. (dnr)
Editor : Doni Ramdhani

