Disperindag Jabar Dorong Optimalisasi Sistem Resi Gudang, Jaga Stabilitas Harga

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat mendorong optimalisasi Sistem Resi Gudang (SRG), guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Disperindag Jabar Dorong Optimalisasi Sistem Resi Gudang, Jaga Stabilitas Harga
Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat mendorong optimalisasi sistem resi gudang (SRG), guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani menuturkan, SRG merupakan salah satu aspek penting dalam perdagangan. Bukan hanya sekadar mengelola distribusi barang di gudang, SRG bahkan bisa berdampak pada stabilisasi harga dan memperkuat daya tawar petani. 

Maka dari itu, Nining menekankan peran strategis SRG sebagai salah satu instrumen untuk mendukung stabilisasi harga, meningkatkan akses pembiayaan, serta memperkuat daya tawar petani dan pelaku usaha kecil di sektor pertanian.

sistem resi gudang telah diatur secara jelas melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2011. Ini memberikan legitimasi dan perlindungan hukum bagi pelaku yang terlibat dalam implementasinya,” ujar Nining, dikutip dari laman resmi Disperindag Jabar, Selasa 8 Juli 2025.

Menurut Nining, SRG memungkinkan petani untuk tidak langsung menjual hasil panennya saat harga jatuh, melainkan dapat menunggu waktu yang lebih menguntungkan.

Selain itu, SRG juga membuka akses pasar yang lebih luas dan membantu mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga komoditas.

Lebih lanjut, Nining mengungkapkan bahwa di Jabar saat ini terdapat 13 gudang SRG, namun hanya 3 gudang yang masih aktif beroperasi, yakni 2 gudang di Kabupaten Cianjur dan 1 gudang di Kabupaten Subang.

Disperindag Jabar kata Nining, juga sedang mengembangkan inovasi SRG berbasis rel dengan memanfaatkan gudang milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Proyek percontohan (pilot project) pengembangan SRG berbasis rel ini, akan dilakukan di Gudang PT KAI Gedebage, yang dikelola oleh Koperasi Gunung Luhur Berkah, dengan komoditas kopi sebagai fokus utamanya.

“Kami berharap inovasi ini dapat memberikan dampak positif dalam menjaga kualitas dan nilai jual komoditas unggulan Jabar,” lanjutnya.

Nining pun mendorong perangkat daerah provinsi/kabupaten/kota, pengelola gudang, BUMN, BUMD, pelaku usaha, hingga perbankan, untuk bersinergi dalam memperkuat kelembagaan dan implementasi SRG di daerah masing-masing.

“Dengan sinergi yang baik, kami optimistis SRG dapat berfungsi optimal sebagai penyangga ekonomi kerakyatan dan bagian dari sistem logistik daerah yang terintegrasi,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti