Kebakaran Galuga Tinggal 0,48 Hektare Lahan

Kebakaran Galuga Tinggal 0,48 Hektare Lahan
PADAMKAN API: Petugas gabungan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga berhasil memadamkan api di lahan seluas lebih dari 8 hektare, Senin (14/9).

INILAH, Bogor - Delapan hari bukan waktu yang singkat untuk berdiri di tengah kepulan asap dan panas yang tak kunjung reda. Di TPAS Galuga, petugas gabungan masih berjibaku mengurai tumpukan sampah, mencari bara yang bersembunyi di balik kepulan asap.

Perjuangan itu mulai menunjukkan hasil, Senin (14/9). Api yang sebelumnya membakar lahan seluas 8,4 hektare berhasil ditekan. Berdasarkan data geothermal terakhir, hanya tersisa sekitar 0,48 hektare lahan yang masih mengeluarkan api.

Progres tersebut menjadi tanda, upaya pemadaman mulai bergerak ke arah positif, meski ancaman api belum sepenuhnya hilang.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan petugas gabungan terus melakukan pemadaman pada hari kedelapan. Api sempat membesar di luar perkiraan, namun kondisi tersebut berhasil ditangani.

“Jadi, pada hari kedelapan ini, petugas gabungan melakukan pemadaman dengan progres yang positif. Walaupun sempat ada api yang membesar di luar prediksi, namun bisa kami tangani,” kata Jenal di lokasi TPAS Galuga, Senin (14/9) siang.

Di balik angka 0,48 hektare itu, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kepulan asap yang muncul dari tumpukan sampah menjadi tanda bahwa bara masih tersimpan di dalam timbunan.

Karena itu, petugas terus mengurai tumpukan sampah untuk mencari sumber api sekaligus mencegah bara kembali menyala dan menjalar ke area lain.

“Saya tegaskan, bahwa dengan peralatan konvensional yang tersedia, upaya pemadaman terus dimaksimalkan. Bahkan, Pemkot Bogor menambah dukungan sumber daya manusia dari berbagai perangkat daerah,” paparnya.

Tambahan personel datang dari sejumlah perangkat daerah, di antaranya Satpol PP dan Dinas PUPR. Para relawan juga ikut memperkuat barisan petugas yang bekerja di lapangan.

Pekerjaan itu berlangsung dalam waktu panjang. Sejak pagi hingga dini hari, petugas bergantian menghadapi panas, asap, dan tumpukan sampah yang sewaktu-waktu masih bisa memunculkan api.

“Kami operasi pemadaman mulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Nonstop selama delapan hari. Semoga hasilnya lebih baik dan bisa kami lakukan pendinginan,” jelas Jenal. (rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran