Kebakaran Lahan Penuh Ban Bekas di Bungursari, Api Sulit Dipadamkan

Kebakaran melanda lahan penuh sampah, ban bekas dan onderdil di Tasikmalaya. Api sulit dipadamkan hingga kembali menyala beberapa kali.

Kebakaran Lahan Penuh Ban Bekas di Bungursari, Api Sulit Dipadamkan
Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi sampah dan bekas onderdil kendaraan di Jalan Letnan Harun, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

INILAHKORAN.ID-Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi sampah, ban bekas, dan onderdil kendaraan di Jalan Letnan Harun, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026) malam.

Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah tersebut dengan cepat membesar dan merambat. Kondisi lahan yang kering serta hembusan angin membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Banyaknya material mudah terbakar, terutama ban bekas dan onderdil kendaraan, juga membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya menerima laporan dari warga bernama Dicky sekitar pukul 19.16 WIB.

Dua menit berselang, Regu 1 langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB dengan mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam dan suplai air.

Api Sempat Padam, Kembali Muncul

Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 19.20 WIB. Meski kobaran api sempat berhasil dikendalikan, sejumlah titik kembali menyala sehingga petugas harus melakukan pemadaman berulang kali.

Api akhirnya dinyatakan padam sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan dan pengecekan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Pengecekan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Pamapta 1 Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jonansa, mengatakan api awalnya terlihat kecil oleh warga.

Namun, kondisi lahan yang merupakan bekas lokasi pembuangan onderdil kendaraan membuat kobaran api dengan cepat membesar.

"Ada warga sekitar yang melihat, awal mulanya kecil. Karena ini tanah kosong bekas pembuangan sparepart mobil, barang yang mudah terbakar, jadi cepat membesarnya," ujar Jonansa.

Tiga Kali Pemadaman

Jonansa menyebut kebakaran cukup mengkhawatirkan karena lokasi berada tidak jauh dari permukiman warga.

"Udah tiga mobil pemadam kebakaran, udah tiga kali, udah habis airnya. Udah padam tapi muncul lagi," katanya.

Petugas kemudian melakukan pemadaman secara menyeluruh, dilanjutkan dengan pendinginan dan pemeriksaan di sejumlah titik lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih tersisa di antara tumpukan sampah, ban maupun onderdil kendaraan.

Beruntung, kobaran api tidak sampai merambat ke permukiman warga di sekitar lokasi.

Tidak Ada Korban Jiwa

Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka.

Permukiman yang berada di sekitar lokasi juga berhasil diamankan dari ancaman kobaran api.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada aktivitas pembakaran sampah yang kemudian ditinggalkan.

Namun, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api.

"Untuk sementara belum ditentukan penyebabnya, masih dalam proses penyelidikan," ujar Jonansa.***


Editor : JakaPermana