Kecam Tindakan Staycation sebagai Syarat Perpanjangan Kontrak, FSPMI KBB: Pelecehan Seksual di KBB Pasti Ada
Terungkapnya kasus oknum perusahaan yang mensyaratkan staycation bersama atasan jika ingin perpanjangan kontrak di Cikarang menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Bandung Barat (FSPMI KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Terungkapnya kasus oknum perusahaan yang mensyaratkan staycation bersama atasan jika ingin perpanjangan kontrak di Cikarang menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Bandung Barat (FSPMI KBB).
"Terkait oknum perusahaan yang mensyaratkan staycation untuk perpanjangan kontrak di semua wilayah itu ada, termasuk mungkin di Bandung Barat," kata Ketua FSPMI KBB, Dede Rahmat, Rabu 10 Mei 2023.
Bahkan, Dede pun meyakini pelecehan terhadap para pekerja perempuan itu pasti ada. Namun, yang menjadi persoalan banyak pekerja perempuan yang enggan untuk mengadukan pelecehan yang dialaminya.
"Pelecehan itu bisa saja menimpa kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun masih lajang. Tapi, yang jadi pertanyaan mau gak dia melaporkan," ungkapnya.
Misalnya saja, jelas Dede, ketika ada seorang buruh perempuan yang bersuami mendapatkan pelecehan seksual dan kemudian berani melaporkan. Lalu, apa yang akan terjadi dengan keluarganya.
"Kemudian, kalau statusnya masih lajang, apa yang akan terjadi dengan masa depannya. Karena takut, jadi mereka lebih memilih untuk diam," jelasnya.
"Kita sangat mengecam keras tentang tindakan asusila seperti itu," tegasnya.
Menyikapi persoalan ini, terang dia, maka antara organisasi buruh dan Kepala Disnakertrans harus duduk bersama untuk menghadirkan solusi yang tepat dan efektif untuk melindungi buruh, khususnya kaum buruh perempuan.
"Pemerintah harus betul-betul kerja profesional bukan hanya diam, datang ke kantor dan duduk manis," ujarnya.
Ia menilai, Disnakertrans saat ini harus bergerak nyata melakukan monitoring dan lebih meningkatkan pengawasan di lapangan.
"Jadi kerjaannya bukan cuma diam, ngobrol dan segala macamnya," imbuhnya.
Kendati begitu, pihaknya mengaku belum mendapatkan laporan secara langsung terkait adanya praktek staycation di Kabupaten Bandung Barat.
"Alhamdulillah, kalau laporan langsung di KBB belum dapat, tapi keyakinan saya pasti ada pelecehan seperti itu," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


