Kecamatan Tamansari Baru Sekali Kebagian GPM, Ini Alasan Pemkab Bogor
Pemkab Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah hampir 60 kalinya melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tahun 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkab Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah hampir 60 kalinya melaksanakan gerakan pangan murah (GPM) di Tahun 2024.
Namun, baru kali ini mereka melaksanakannya di Kantor Kecamatan Tamansari karena harga bahan pokok relatif stabil dibanding kecamatan lainnya.
"Harga pangan atau bahan pokok di Kecamatan Tamansari relatif stabil karena wilayahnya dekat dengan Pasar Bogor, namun karena harga jual berasnya sedang diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), kami pun pada hari ini melaksanakan GPM di sini," ucap Plt Kepala DKP Kabupaten Bogor Bambam Setia Aji kepada wartawan, Rabu, 21 November 2024.
Bambam Setia Aji menuturkan bahan - bahan pokok yang dijual ke masyarakat lebih murah dari harga distributor, hingga diharapkan membantu perekonomian atau daya beli masyarakat.
"Harga bahan pokok rata - rata yang kami jual lebih murah Rp 2.000 ketimbang harga di distributor, dan khusus beras petani Desa Purwabakti, Pamijahan kami subsidi hingga Rp 10.000 dimana dari harga jual Rp 65 ribu, masyarakat bisa membelinya dengan harga Rp 55 ribu perlima liter," tutur Bambam Setia Aji.
Ia menjelaskan pada Tahun 2025, sesuai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, harga bahan pokok akan lebih murah lagi karena ada subsidi yang lebih besar dari saat ini.
Lalu, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia bisa swasembada pangan hingga harga bahan pokok bisa lebih murah lagi.
"Tahun depan, pemerintah akan memberikan subsidi yang lebih besar hingga harga bahan pokok lebih murah lagi. Kami juga berharap, pemerintah bisa segera swasembada pangan hingga daya beli masyarakat semakin meningkat," jelasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

