Kota Bandung Gencarkan Bantuan dan Gerakan Pangan Murah

Kota Bandung memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat masih dalam kondisi aman di tengah harga yang belum sepenuhnya stabil di pasaran.

Kota Bandung Gencarkan Bantuan dan Gerakan Pangan Murah
Kota Bandung memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat masih dalam kondisi aman di tengah harga yang belum sepenuhnya stabil di pasaran.

INILAHKORAN.ID - Kota Bandung memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat masih dalam kondisi aman di tengah harga yang belum sepenuhnya stabil di pasaran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan, berbagai program intervensi pangan terus dijalankan menjaga daya beli masyarakat khususnya kelompok rentan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional, ritel modern hingga gudang Bulog menunjukkan stok beras masih mencukupi untuk kebutuhan warga.

stok beras di Kota Bandung dalam kondisi aman. Dari hasil pemantauan di pasar, ritel dan gudang Bulog ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih mencukupi,” kata Gin Gin Ginanjar, Senin (11/5/2026).

Meski demikian, dia mengakui harga beras di tingkat pasar masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Kondisi tersebut, menjadi perhatian pemerintah terus dilakukan stabilisasi melalui berbagai program bantuan dan distribusi pangan.

Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga penerima di Kota Bandung. Bantuan tersebut, berupa beras 10 kilogram kualitas medium dan minyak goreng 2 liter setiap bulan alokasi Februari dan Maret 2026.

Gin Gin menjelaskan, program itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terutama keluarga berpenghasilan rendah yang terdampak fluktuasi harga pangan. “Bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ucapnya.

Selain program dari pemerintah pusat, Pemkot Bandung juga menyiapkan penguatan cadangan pangan daerah melalui pengadaan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton pada 2026.

Sebagian dari cadangan tersebut, akan dimanfaatkan program ATM Beras yang menyasar 2.000 kepala keluarga miskin yang terdaftar dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) di luar penerima BPNT dan PKH.

Masing-masing penerima sambungnya, akan mendapatkan 10 kilogram beras kualitas premium setiap bulan selama satu tahun melalui 20 unit ATM Beras yang telah disiapkan. “Program ATM Beras ini menjadi salah satu inovasi penyaluran bantuan pangan yang lebih tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat,” ujar dia.

Dia menambahkan, saat ini terdapat 46 unit ATM Beras yang tersebar di Kota Bandung terdiri dari 40 unit milik Pemkot Bandung dan 6 unit milik Baznas Kota Bandung.

Dari jumlah tersebut, 26 unit ATM Beras dioperasikan dengan suplai dari Baznas Kota Bandung dan melayani sekitar 1.950 kepala keluarga penerima manfaat. Selain itu, DKPP Kota Bandung juga akan meluncurkan program Pangersa sebagai upaya penanganan daerah rentan rawan pangan dan stunting.

Program tersebut menyasar 1.832 kepala keluarga miskin yang juga terdata dalam DTSEN di luar penerima BPNT dan PKH. Bantuan yang diberikan meliputi beras premium 5 kilogram, satu ekor ayam, 1 kilogram ikan lele, 1 kilogram telur dan sayuran.

“Program Pangersa kami desain untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, tetapi juga protein hewani dan gizi seimbang bagi keluarga rentan,” jelasnya.

Penyaluran bantuan dalam program tersebut, akan dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun kepada masing-masing penerima manfaat. Selain program bantuan langsung, pihaknya juga akan menggelar gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 44 kali sepanjang 2026 di berbagai wilayah kota.

Program tersebut, didukung oleh anggaran APBD Kota Bandung, APBD Provinsi Jawa Barat, Badan Pangan Nasional dan dana CSR BUMN dengan salah satu komoditas utama berupa beras SPHP kualitas medium. “gerakan pangan murah ini, kami hadirkan untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana