Kekeringan di Kabupaten Garut Meluas

KEKERINGAN berbuah getir bagi ribuan warga Kabupaten Garut. Bantuan air bersih jadi pelipur lara di tengah nestapa.

Kekeringan di Kabupaten Garut Meluas
BANTUAN: BPBD Kabupaten Garut menyalurkan 50 ribu air bersih untuk memenuhi kebutuhan1.797 jiwa atau total 605 kepala keluarga di berbagai kampung dan desa di tiga kecamatan. BPBD juga mulai melakukan asesmen terhadap daerah yang memiliki sumber mata air.

Oleh: Bsafaat

Hari-hari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh lebih banyak dihabiskan untuk berhitung. Dia terus mendata wilayah mana saja yang paling terdampak musim kemarau.

Aah mengatakan, musim kemarau telah menyebabkan sejumlah daerah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Dia pun mengaku lega, ketika bantuan air bersih mulai didistribusikan ke sejumlah Kecamatan.

“Total 50 ribuan liter air disalurkan,” katanya, Selasa (4/8).

Ia menyebutkan daerah yang sudah mendapatkan pasokan air bersih, yakni Kecamatan Sucinaraja 25 ribu liter air, Kecamatan Cibatu 15 ribu liter air, dan Kecamatan Tarogong Kaler 10 ribu liter air.

“Seluruh sumber air bantuan berasal dari PDAM untuk menjamin kualitas air bersih,” katanya.

Ia menyebutkan air bersih yang disalurkan itu untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat 1.797 jiwa atau total 605 kepala keluarga di berbagai kampung dan desa di tiga kecamatan.

BPBD Garut bekerja sama dengan PDAM Garut dan Dinas Sosial Garut untuk menyalurkan air bersih menggunakan 10 truk tangki air.

“Operasi ini melibatkan pergerakan akumulatif 10 armada tangki air selama periode Mei sampai Juli,” katanya.

Saat ini, BPBD Garut mengandalkan sumber air dari PDAM Garut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat secara gratis di daerah terdampak kekeringan.

Menurut dia, daerah yang terdampak kekeringan itu belum terlalu meluas, sejumlah daerah masih terpenuhi kebutuhan air bersih berasal dari sumber air di lingkungannya.

“Belum, intinya masih tetap terkoordinasi ya, maksudnya masyarakat masih bisa mendapatkan air, belum terlalu jauh terganggu kehidupannya,” katanya.

Asesmen Sementara itu, Aah mengatakan BPBD Garut juga melakukan asesmen terhadap daerah yang memiliki sumber mata air. Nantinya, akan dibangunkan infrastruktur sarana penunjangnya seperti pipanisasi atau embung embung air.

Dengan begitu kedepannya diharapkan tidak terjadi kekeringan atau kekurangan sarana air bersih.

“Kami juga mendata sejumlah daerah yang memiliki sumber mata air dan akan dibangunkan fasilitas penunjangnya,” katanya.

Asesmen pencarian sumber mata air disejumlah daerah tersebut sebagai bagian dari mitigasi. Dan hasil dari asesmen tersebut akan dilaporkan ke pimpinan daerah untuk lakukan tindakan selanjutnya.

“Pendataan terhadap sumber mata air di daerah yang masih memiliki sumber mata air tersebut merupakan bagian dari mitigasi,” katanya.

Ia mengatakan, ada sekitar 11 titik lokasi di tiga kecamatan yang telah disuplai air bersih termasuk Di kecamatan Cigedug yang merupakan daerah terparah kekurangan air bersih.

“Untuk pipanisasi dan pengadaan fasilitas lainnya seperti tandon air dan torn dibutuhkan anggaran sekitar 1.5 miliar rupiah,” pungkas Aah. (bsf)


Editor : Inilahkoran