Keluhan Warga Proyek IPT Kota Bandung Ditangani via Hotline

Proyek penurunan kabel udara (ducting) di Kota Bandung, kini memasuki tahap keempat dengan pengerjaan di 16 hingga 20 titik ruas jalan.

Keluhan Warga Proyek IPT Kota Bandung Ditangani via Hotline
Diskominfo Kota Bandung minta PT BII fast respon keluhan warga proyek IPT./INILAHKORAN

INILAHKORAN.ID - Proyek penurunan kabel udara (ducting) di Kota Bandung, kini memasuki tahap keempat dengan pengerjaan di 16 hingga 20 titik ruas jalan.

Selain fokus pada penyelesaian fisik, pemerintah kota menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat melalui saluran pengaduan yang disediakan pihak pelaksana PT Bandung Infra Investama.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie menyampaikan, pihaknya meminta PT BII merespons cepat setiap laporan warga. “Ada pengaduannya. PT BII buka hotline, karena itu menjadi tanggung jawab mereka. Saya minta mereka juga fast respon,” kata Henryco Arie Sapiie, Kamis (9/4/2026).

Dia menjelaskan, meski proyek Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) secara teknis berada di bawah Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Diskominfo turut ditunjuk mengawasi jalannya pembangunan. “Kami kawal agar penyelesaiannya baik, supaya tidak membahayakan keselamatan masyarakat,” ucapnya. 

Saluran pengaduan, diharapkannya menjadi wadah bagi masyarakat untuk melaporkan galian yang rusak atau pengerjaan yang menimbulkan gangguan. PT BII, disebut akan segera melakukan perbaikan tanpa harus membongkar ulang galian yang telah ada. “Enggak lah, kita perbaiki kalau yang telah ada kembali rusak. Kita eggak bongkar. Saya koordinasi terus dengan PT BII,” ujar dia.

Selain itu, Henryco menekankan proyek ditargetkan selesai tepat waktu meski faktor cuaca bisa menjadi tantangan. “Semoga enggak ngaret. Kita lihat, karena pembangunan itu kadang-kadang juga persoalannya cuaca. Tapi kita usahakan semua tepat waktu,” tuturnya.  

Dengan adanya hotline dan pengawasan lintas dinas, proyek penurunan kabel udara di Kota Bandung diharapkan dia tidak hanya memperbaiki estetika kota. "Tetapi tak kalah penting, juga menjamin keselamatan masyarakat dan meningkatkan kualitas infrastruktur telekomunikasi tentunya," tandas dia.***


Editor : JakaPermana