Kelurahan Panaragan Perkuat Mitigasi Bencana dengan EWS dan Alat Deteksi Dini Longsor

Kelurahan Panaragan memperkuat mitigasi bencana. Perangkat pemerintahan kini memiliki sistem early warning system (EWS) banjir dan alat deteksi dini longsor.

Kelurahan Panaragan Perkuat Mitigasi Bencana dengan EWS dan Alat Deteksi Dini Longsor
Lurah Panaragan Ima Ratnasari mengatakan, alat mitigasi itu berada di sejumlah RW di Kelurahan Panaragan. Peralatan merupakan bantuan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. (riziki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Kelurahan Panaragan memperkuat mitigasi bencana. Kini, perangkat pemerintahan itu memiliki sistem early warning system (EWS) banjir dan alat deteksi dini longsor.

Lurah Panaragan Ima Ratnasari mengatakan, alat mitigasi itu berada di sejumlah RW di Kelurahan Panaragan. Peralatan merupakan bantuan dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

Ima menuturkan, letak geografis Panaragan yang diapit sungai Cisadane dan kali Cipakancilan juga kali Cidepit itu memiliki kontur tanah curam. Kondisi geografis itu memiliki kerawanan banjir dan longsor.

"Di RW 07 yang berbatasan langsung dengan sungai Cisadane telah terpasang sistem EWS banjir yang canggih. Berbeda dengan alat manual sebelumnya, sistem baru ini memiliki alarm otomatis yang terintegrasi. Sekarang lebih canggih karena dipasang di samping kali Cisadane. Jadi, jika air mencapai ketinggian tertentu maka alarm akan otomatis berbunyi," jelas Ima di kantor Kelurahan Panaragan, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, tak hanya potensi banjir Panaragan juga menjadi lokasi pertama di Kota Bogor yang memasang alat deteksi dini longsor di RW 01 melalui bantuan BIG dan BPBD.

"Bahwa simulasi evakuasi bersama masyarakat juga telah rutin dilakukan guna meminimalisir risiko jatuhnya korban," terangnya.

Ima menambahkan, guna mendukung Panaragan tangguh dari bencana dilakukan pembangunan Infrastruktur dengan program Gerobak Saepisan dalam kurun waktu 2025 hingga 2026. 

"Mulai dari pembangunan paving block di RW 07, penggunaan beton dekoratif (stamped concrete) di jalan-jalan lingkungan, hingga perbaikan kanstin di Jalan Veteran," tambahnya.

​Wilayah RW 02 Panaragan juga ditunjuk sebagai lokasi program Gerobak Saepisan agar Bogor Bebas Kumuh. Program itu mencakup tujuh indikator keberhasilan, mulai dari perbaikan sarana prasarana hingga pemberdayaan UMKM lokal.

​"RW 02 menjadi titik fokus karena letak geografisnya yang diapit beberapa sungai, sehingga butuh intervensi sarana yang lebih berdaya agar terlepas dari kategori kumuh," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani