Kembalikan Logistik Hasil Pencoblosan, Penyelenggara Pemilu 2024 di Kampung Cijuhung KBB Rela Jalan Kaki Tiga Jam
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cipeundeuy dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Margaluyu kembali terkendala saat melakukan pengembalian kotak logistik hasil pencoblosan di TPS 12, Kampung Cijuhung RW 11, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cipeundeuy dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Margaluyu kembali terkendala saat melakukan pengembalian kotak logistik hasil pencoblosan di TPS 12, Kampung Cijuhung RW 11, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam proses pengembalian kotak logistik hasil pencoblosan Pemilu 2024 tersebut, para petugas di KBB itu terpaksa mengambil akses jalur darat dengan berjalan kaki yang memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan.
Hal itu terpaksa dilakukan para petugas di KBB lantaran akses melalui jalur perairan yang melewati Waduk Cirata tertutup penuh eceng gondok. Jalur darat menjadi opsi yang harus dipilih untuk mengembalikan logistik hasil pencoblosan pada Pemilu 2024.
"Proses pengembalian logistik suara hasil pencoblosan dilakukan dengan menggunakan jalur darat dengan cara dipanggul dan menyewa ojek motor," kata Ketua PPK Cipeundeuy, Mansyur Suryana saat dihubungi, Jumat 16 Februari 2024.
Menurutnya, jika melalui jalur perairan para petugas diprediksi bisa sampai ke kantor Desa Margaluyu sekitar pukul 24.00 WIB lantaran adanya eceng gondok yang menutupi perairan Waduk Cirata.
"Perjalanan dari TPS sampai ke tempat transit 1 jam melalui perjalanan darat dan alhamdulilah sampai dengan selamat," tuturnya.
Lebih lanjut Mansyur menjelaskan, pengembalian logistik suara hasil pencoblosan itu dipanggul oleh dua orang PAM TPS yang merupakan warga Kampung Cijuhung dan dua unit ojek.
"Kalau saat pencoblosan kemarin kita berangkat pakai kapal bargas dan memakan waktu hingga 2 jam," ucapnya.
Mansyur mengakui hanya melibatkan ojek dan PAM PPS lantaran jika melibatkan petugas KPPS kondisi fisik mereka sudah tidak memungkinkan untuk mengembalikan logistik kotak suara hasil pencoblosan tersebut.
"Apalagi, masih banyak petugas KPPS pemula. Jadi, lebih baik pakai jasa ojek saja," imbuhnya.
Tak hanya itu, sambung Mansyur, kondisi seluruh petugas lainnya pun sudah sangat lelah lantaran kemarin belum tidur sama sekali. Meski begitu, pihaknya berupaya untuk tetap semangat lantaran kesuksesan Pemilu 2024 merupakan tanggung jawab pihaknya kepada negara.
"Kalau ditanya lelah, kami sangat lelah sekali, karena dari kemarin belum tidur sama sekali. Namun, Alhamdulillah semuanya tidak ada yang sakit hanya kurang tidur," tandasnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

