Kemenekraf dan ABPEDNAS Kolaborasi Dorong Pengembangan Desa Kreatif
Kemenekraf bersinergi dengan ABPEDNAS untuk memperkuat Program Desa Kreatif melalui pemetaan potensi dan pendampingan di 25.191 desa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kementerian Ekonomi kreatif (Kemen Ekraf) memperkuat sinergi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan desa Nasional (ABPEDNAS) untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.
Kolaborasi ini mencakup pelaksanaan Program desa kreatif, pemetaan potensi lokal, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Menteri Ekonomi kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pengembangan kawasan pedesaan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Seluruh intervensi kementerian dan lembaga yang menyasar desa perlu saling terhubung. desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif akan kita dorong dan kembangkan bersama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di desa,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resminya, Jumat (7/8).
Untuk mempercepat target tersebut, Kementerian Ekraf menjalankan Program Pengembangan desa kreatif secara bertahap. Penanganan difokuskan berdasarkan 21 subsektor ekonomi kreatif dengan tingkatan status desa, yakni desa rintisan, desa produktif, desa berdaya, dan desa mandiri.
Melalui Program Aktivasi desa kreatif, pemerintah siap mendampingi masyarakat desa lewat berbagai fasilitasi strategis, meliputi penguatan kapasitas dan pelatihan SDM, pengembangan produk lokal dan pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI), dan akses pembiayaan dan perluasan pemasaran.
Selain itu, kedua pihak menjajaki kerja sama dalam kurasi desa, pemanfaatan karya peserta Program Film Jaga desa, serta optimalisasi pendataan potensi daerah.
“Kita ingin mempercepat pengembangan desa yang telah memiliki potensi agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan ABPEDNAS menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Program desa kreatif melalui jejaring Badan Permusyawaratan desa (BPD),” tambah Riefky.
Dukungan ABPEDNAS dan Jejaring BPD di Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menyatakan kesiapannya dalam mendukung pemetaan dan kurasi potensi desa. ABPEDNAS memiliki jaringan BPD yang terintegrasi di 37 provinsi, 398 kabupaten/kota, dan 25.191 desa.
“Kami siap menjadi mitra Kementerian Ekraf dalam mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif melalui jaringan BPD. Banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan, mulai dari pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah, kriya, seni, hingga sektor lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Adhitya.
Audiensi ini menjadi pijakan awal bagi Kemen Ekraf dan ABPEDNAS untuk memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa berjalan efektif dan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Editor : Ahmad Sayuti


