Kenaikan Harga Beras Terjadi di Kuningan dan Indramayu, Disperindag Jabar Lakukan Langkah Mitigasi
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani mengungkapkan, berdasarkan laporan resmi terindikasi terjadi kenaikan harga beras di Kabupaten Kuningan dan Indramayu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani mengungkapkan, berdasarkan laporan resmi terindikasi terjadi kenaikan harga beras di Kabupaten kuningan dan indramayu.
Meski diakuinya, kenaikan harga beras juga terindikasi di beberapa kabupaten/kota lainnya. Merespon ini, Disperindag Jabar kata Nining sudah melayangkan surat kepada Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk melakukan upaya mitigasi supaya harga beras tidak terus meroket.
"Begitu kemudian ada posisi kenaikan harga yang tidak sesuai dengan HET, maka kami harapkan SPHP dari Bulog itu langsung turun dilepas di daerah tersebut dan Bulog sudah bersedia," ujar Nining dikutip Minggu 10 Agustus 2025.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar bupati dan wali kota dapat berinisiatif mengirimkan surat kepada Bulog, untuk meminta pasokan beras.
Dimana nantinya akan ditentukan lokasi untuk dilakukan operasi pangan murah oleh Bulog, guna mengintervensi harga beras.
"Dan Bulog sudah ini turun langsung untuk operasi pangan," ucapnya.
Soal kenaikan harga beras di kuningan dan indramayu, Nining mengakui terjadi lonjakan signifikan. Contohnya beras premium, dari harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900 menjadi Rp16 ribu.
"Kami lihat, ini sudah dalam posisi nantinya untuk masyarakat menengah bawah itu akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu, kami langsung meminta Bulog untuk langsung menjalankan operasi pangan murah," kata dia. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


