Kepergok Mencuri Mobil di Cililin, Seorang Pria Diduga ODGJ Babak Belur Dihajar Massa
Kepergok akan mencuri satu unit mobil, seorang pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dihajar massa hingga babak belur di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kepergok akan mencuri satu unit mobil, seorang pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dihajar massa hingga babak belur di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berdasarkan identitas pelaku yang dikantongi polisi, terduga pelaku diketahui bernama Henrik (38), warga Kertasari, Kabupaten Bandung.
"Peristiwanya terjadi pada Sabtu 18 Januari 2025. Kejadian tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat telah tertangkapnya seorang terduga pelaku pencurian mobil," kata Kapolsek Cililin, AKP DMS Andriani, Jumat 24 Januari 2025.
"Pelakunya tertangkap dan dipukuli warga. Kemudian anggota datang ke lokasi kejadian," sambungnya.
Andriani menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi ketika sebuah mobil tengah diparkir di halaman minimarket. Kemudian, pemilik mobil itu mendapat kabar dari tetangganya bahwa kendaraannya sudah berpindah tempat.
Setelah itu, anak pemilik mobil dan warga mengejar pelaku dan menghakimi terduga pelaku.
"Kendaraannya tenyata berpindah ke tengah jalan dan pelaku langsung dikejar anak korban, serta warga. Pelaku yang tertangkap kemudian sempat dipukuli," ujarnya.
Mendapat informasi tersebut, sambung Andriani, anggota Polsek Cililin langsung datang ke lokasi dan mengamankan terduga pelaku.
Terduga pelaku kemudian dibawa lebih dulu ke RSUD Cililin untuk mendapatkan perawatan akibat dipukuli massa.
"Pelaku mengalami luka sobek dan memar pada bagian kepala dan wajah. Kemudian dibawa ke RSUD Cililin dan dirujuk ke RS Sartika Asih," paparnya.
"Saat diamankan pelaku sama sekali tak membawa identitas apapun," sambungnya.
Kendati demikian, terang Andriani, dari keterangan pihak keluarga terduga pelaku, yang bersangkutan disebut-sebut mengalami gangguan jiwa. Pihaknya pun segera melakukan tes kejiwaan terduga pelaku.
"Identitas pelaku kami dapatkan setelah melakukan sidik jari. Keluarganya bilang pelaku ini mengalami gangguan kejiwaan," ujarnya.
"Saat ini kami minta bukti surat rujukan dokter dan pelaku mau kita bawa untuk tes kejiwaan juga di RS Sartika Asih," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

