Kerajinan Rajut Hasil Karya Ibu-ibu Penghuni Rusunawa Apartemen Transit Rancaekek Bantu Ekonomi Keluarga

Ada harapan dan raut kegembiraan terpancar dari wajah ibu-ibu penghuni rumah susun sewa Rusunawa Apartemen Transit Rancekek yang menjadi anggota komunitas Jasmine Art and Craft Komunitas yang beranggotakan 20 an orang perempuan ini merupakan kelompok usaha pembuatan kerajinan rajut dan dari usaha ini mereka mampu meningkatkan taraf hidupnya.

Kerajinan Rajut Hasil Karya Ibu-ibu Penghuni Rusunawa Apartemen Transit Rancaekek Bantu Ekonomi Keluarga
Adalah Rini Sumarni (27) salah seorang penghuni Rusunawa Apartemen Transit Rancaekek yang telah empat tahun menggeluti usaha pembuatan kerajinan rajut tangan berupa gantungan kunci, tas, taplak, boneka meja dan beberapa jenis kerajianan rajutan lainnya. Kemudian, sejak enam bulan terakhir ini, sekitar 20 orang ibu-ibu penghuni Rusunawa itu ikut bergabung.Ā (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Ada harapan dan raut kegembiraan terpancar dari wajah ibu-ibu penghuni rumah susun sewa Rusunawa Apartemen Transit Rancekek yang menjadi anggota komunitas Jasmine Art and Craft Komunitas yang beranggotakan 20 an orang perempuan ini merupakan kelompok usaha pembuatan kerajinan rajut dan dari usaha ini mereka mampu meningkatkan taraf hidupnya.

Adalah Rini Sumarni (27) salah seorang penghuni Rusunawa Apartemen Transit Rancaekek yang telah empat tahun menggeluti usaha pembuatan kerajinan rajut tangan berupa gantungan kunci, tas, taplak, boneka meja dan beberapa jenis kerajianan rajutan lainnya. Kemudian, sejak enam bulan terakhir ini, sekitar 20 orang ibu-ibu penghuni Rusunawa itu ikut bergabung. 

Alhasil, mereka yang semula hanya ibu rumah tangga yang hanya menggantungkan hidup pada nafkah dari para suaminya, kini sedikit-demi sedikit dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. Betapa tidak, para ibu yang juga menjadi perajin kerajinan rajut ini mendapatkan penghasilan per minggu rata-rata Rp500 ribu.

"Awalnya disini saya sudah empat tahun membuat kerajinan rajut ini. Lalu sejak enam bulan lalu 20 orang ibu-ibu ikut bersama saya membuat kerajinan rajut. Kalau saya pribadi omzet per bulan antara Rp4 juta hingga Rp5 juta, kalau yang kelompok ibu-ibu sekitar Rp7 juta per bulan. Ya rata-rata mereka per minggu seorangnya dapat Rp500 ribuan," kata Rini yang juga Ketua Komunitas Jasmine Art and Craft ini saat ditemui di Rusunawa Apartemen Transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis 19 Desember 2024.

Menurut Rini, kerajinan rajut kain hasil karya ia dan para ibu penghuni Rusunawa ini sudah dijual keberbagai daerah di Indonesia. Seperti ke Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan hingga ke Singapura. Penjualan ia lakukan dengan memanfaatkan berbagai platform e-comerce di internet. Selain pembeli perorangan, Jasmine Art and Craft ini juga mempunyai beberapa pelanggan glosiran yang rutin membeli hasil kerajinan mereka dalam jumlah banyak. Di antaranya dari Pulau Bali dan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

"Kemampuan produksi kami memang tidak terlalu banyak. Karena ini hand made, kalau gantungan kunci 10-15 pcs perhari, kalau tas itu perminggu 10 pcs. Alhamduliah kami juga punya pesanan grosiran ke Bali sekitar 500 pcs perbulan dan ke Lembang sekitar 20an pcs. Tapi walaupun tidak banyak, Alhamdulilah dapat membantu perekonomian rumah tangga kami," ujarnya.

Rini dan para ibu di Rusunawa ini juga mendapatkan pelatihan keterampilan merajut dari Pemerintah Provinsi Jabar. Bahkan, mereka juga mendapatkan pelatihan digital marketing, sehingga, Jasmine Art and Craft bisa menjual hasil kerajinan tangannya diberbagai platform e-comerce.

"Alhamdulilah kami mendapatkan pelatihan sehingga bisa lebih baik lagi. Kami juga diajarkan digital marketing, sehingga jangkauan penjualan kami lebih luas bahkan kami pernah menjual ke Singapura melalui salah satu e-commerce," katanya.

Selama menjalankan usaha ini, lanjut Rini, bukan berarti tanpa kendala atau hambatan. Apalagi, sebagai ibu rumah tangga, mereka juga memiliki kewajiban untuk mengurus anak-anak dan rumah tangganya. Apalagi, pekerjaan merajut ini meskipun tak menguras keringat, namun memerlukan ketelitian, keuletan dan kesabaran yang tinggi.

"Stamina kita harus tetap fit ya, karena nemerlukan keuletan,teliti dan kesabaran. Apalagi kami juga ibu rumah tangga yang harus mengurus anak-anak dan rumah. Namun semua itu bisa kami jalankan dengan membagi waktu sebaik mungkin," katanya.


Editor : Doni Ramdhani