Keren, Pimpinan Pondok Pesantren di Jabar Raih Penghargaan Internasional

Pemimpin Pesantren Darussyifa Al-Fithroh, Yaspida, Sukabumi, Jawa Barat KH. E. Supriatna Mubarok menerima penghargaan sebagai “The Best Inno

Keren, Pimpinan Pondok Pesantren di Jabar Raih Penghargaan Internasional
Pemimpin Pesantren Darussyifa Al-Fithroh, Yaspida, Sukabumi, Jawa Barat KH. E. Supriatna Mubarok menerima penghargaan sebagai “The Best Innovative Leader 2022” dari Centre for International and Strategic Affairs (CISA) London, Inggri

INILAHKORAN, Bandung - Pemimpin Pesantren Darussyifa Al-Fithroh, Yaspida, Sukabumi, Jawa Barat KH. E. Supriatna Mubarok menerima penghargaan sebagai “The Best Innovative Leader 2022” dari Centre for International and Strategic Affairs (CISA) London, Inggri.

CISA merupakan organisasi internasional untuk adovakasi kebijakan politik dunia, inovasi pendidikan, sosial keagamaan dan perlindungan HAM yang berbasis di Inggris.

Pondok pesantren Darussyifa Al-Fithroh, terus fokus dan berbenah diri untuk bersaing di dunia internasional. Selama kurun waktu lima tahun terakhir pondok pesantren ini telah sukses memfokuskan pembangunan SDM kepada para santrinya. Mulai dari mengaji, penguasaan teknologi informasi, Bahasa, leadership, ketahanan pangan pertanian dan socio-entepreneur.

Baca Juga: Usung Airlangga Hartarto Jadi Presiden, Baridin Kab Cirebon Deklarasi di Gor Pesantren Buntet

“Kami Centre for International and Strategic Affairs (CISA) London, Inggris memberikan penghargaan ini kepada KH. E. Supriatna Mubarok sebagai pemimpin pondok pesantren di Indonesia yang telah memberikan kontribusi dan prestasi dalam bidang dunia pendidikan Islam di Indonesia," Direktur CISA London Paul Amstrong dalam rilisnya, Sabtu 5 Maret 2022.

Menurut Paul, beberapa alasan penting memberikan penghargaan itu, yaitu konsep ketahanan pangan pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh. Memadukan sistem pendidikan pesantren dan pendidikan umum. Perpaduan kedua sistem pendidikan yang memuat fikir dan amal atau kecerdasan dan keterampilan.

"Juga dzikir (kognitif, konatif/psikomotor) yang memadukan lulusan seimbang dalam aspek jasmani dan rohani. Penguatan bahasa, leadership, ketahanan pangan pertanian dan socio-entepreneur serta kepimpinan yang tegas dan cerdas dari KH Mubarok," terang Paul.

Sementara itu Mubarok, menjelaskan yayasan sosial dan pendidikan Islam Darussyifa Al-Fithroh didirikan atas dasar niat memadukan sistiem pendidikan pesantren dan pendidikan umum. Berkomitment muncul generasi dengan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan dan akhlak. Selain itu, ingin menciptakan anak didik yang memiliki kemampuan mengelola secara teknis suatu kegiatan usaha.

Baca Juga: Ramaikan Ramadan, Pesantren Daarut Tauhid Miliki Program Dauroh Ramadan

“Mengucapkan terima kasih Alhamdulilah rasa syukur kepada Allah SWT atas penghargaan dari CISA dunia internasional ini bagi saya, Lembaga, dan seluruh staf serta pengurus Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi. Kami bangga, ini adalah prestasi untuk kita semua untuk agama, bangsa dan negara” ucap Mubarok.

Mubarok mengatakan jika bisa menghasilkan sendiri kenapa harus membeli. Dari prinsip integritas awal itu pertanian terus berkembang dan maju, luas lahan makin bertambah. Kemudian keilmuan pertanian juga makin modern. Ketahanan pangan bisa terwujud kalau ada kesinambungan antara satu faktor dengan faktor lainnya. Misalnya, antara pertanian yang saling membutuhkan dengan peternakan.

“Kami terus berkomitmen dan menjaga konsep ketahanan Pangan Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fithroh, memajukan dan memadukan sistem pendidikan pesantren dan pendidikan umum," tutup Mubarok.***


Editor : inilahkoran