Keren! Warga Desa Cicangkanghilir Sulap Sungai DAS Citarum Jadi Wisata Air

Kreatifitas warga Desa Cicangkanghilir patut ditiru. Mereka menyulap DAS Citarum jadi obyek wisata ramah keluarga.

Keren! Warga Desa Cicangkanghilir Sulap Sungai DAS Citarum Jadi Wisata Air
Pemerintah Desa Cicangkanghilir dan warganya berhasil menyulap DAS Citarum menjadi obyek wisata ramah keluarga dengan berbagai fasilitas lengkap dan menarik.
 
 
INILAH, Ngamprah - Ada pemandangan berbeda di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Desa Cicangkanghilir, Kecamatan Bandung Barat (KBB).
 
Pasalnya,
 
Dengan luas lahan sekitar 7,2 hektar milik Indonesia Power, Pemdes dan warga bahu-membahu membangun berbagai wahana dan fasilitas yang bakal membuat nyaman para pengunjung.
 
Menariknya, meski baru dibuka pada Januari 2021, destinasi wisata air Cicangkanghilir telah berkontribusi memberikan pemasukan anggaran daerah (PAD) bagi pemerintah desa setempat.
 
Sekretaris Desa Cicangkanghilir, Agus Supriatna mengatakan, taman wisata air Cicangkanghilir telah dilengkapi dengan berbagai wahana permainan yang bisa dinikmati anak-anak hingga orang dewasa.
 
"Wahana yang menjadi favorit para pengunjung di antaranya flying fox, motor cross mini dan perahu bebek gowes. Kalau untuk flying fox sebenarnya menjadi yang pertama di wilayah Selatan KBB," katanya belum lama ini.
 
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyediakan fasilitas berupa warung-warung yang jualan aneka cemilan, aula, hingga spot-spot menarik yang Instagramable.
 
"Saat ini pengelola masih menggratiskan tiket masuk ke Taman Wisata Air Cicangkang Hilir. Namun jika ingin bermain dengan sejumlah wahana yang tersedia, pengunjung dikenakan tarif yang beragam dan tentunya ramah di kantong," ujarnya.
 
Menurutnya, dengan memanfaatkan program tiket gratis ini pihaknya berhasil menarik minat masyarakat sekitar untuk berkunjung.  Tak hanya masyarakat sekitar, namun juga pengunjung berasal dari luar daerah banyak yang datang ke taman wisata air Cicangkanghilir.
 
 
“Hari libur biasa pengunjung mencapai 500-an orang, bahkan libur lebaran kemarin mencapai ribuan orang. Kebanyakan pengunjung dari wilayah Bandung Raya, ada juga kemarin sengaja datang dari Tangerang dan Bekasi,” tuturnya.
 
Ia menjelaskan, adanya Taman Wisata Air Cicangkang Hilir tersebut telah memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli desa dan perbaikan ekonomi warga. 
 
Ia menyebut, hal ini selaras dengan dengan usaha pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
 
"Sejak beroperasi pada awal tahun 2021, setiap bulannya keuntungan yang didapat bisa menyumbang ke kas desa sedikitnya hingga jutaan rupiah," sebutnya.
 
Ia menilai, jumlah tersebut diprediksi bisa terus meningkat lantaran pengembangan obyek wisata tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Terlebih, lahan yang baru digarap hanya 15 hektare.
 
“Omzet dari obyek wisata ini pada hari libur biasa sampai Rp5 juta perharinya, dan bulan kemarin saja sampai Rp34 juta," ujarnya.
 
Ia menambahkan, dana yang masuk ke kas desa juga digunakan untuk beberapa kegiatan masyarakat. 
 
"Selain untuk peningkatan tunjangan perangkat desa, disisihkan juga untuk sosial seperti pembangunan Rutilahu warga jompo, biaya warga sakit di rumah sakit, hingga penyaluran sembako,” tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi inovasi dan kreatifitas yang dilakukan Pemerintah Desa Cicangkanghilir tersebut.
 
"Inisatif yang dilakukan Pemerintah Desa Cicangkanghilir dan warganya layak menjadi percontohan bagi pemerintah desa lainnya," ungkapnya.
 
Ia menilai, sinergitas Pemdes dan warga di Desa Cicangkanghilir, dan Indonesia Power mampu menyulap potensi Sungai Citarum menjadi destinasi yang ramah keluarga dan menarik untuk dikunjungi.
 
Ia menyebut, adanya destinasi wisata air Cicangkanghilir menjadi bukti bahwa desa yang lain tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah daerah untuk membuat sebuah inovasi.
 
“Inisiatif dulu saja, baru berinovasi dan kreasi. Nah, untuk kurangnya segera koordinasi dengan kami. Maka, kami akan segera tindaklanjuti,” tandasnya. (agus satia nagara)


Editor : inilahkoran