Keributan Lahan Di SMAK Dago, Yayasan Upayakan Mediasi

Ramai adanya penyerobotan lahan di lahan SMAK Dago, Kota Bandung, kuasa hukum dari Yayasan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago Kota Bandung merencanakan mediasi dengan PT Graha Multi Insani (GMI) yang telah menduduki lahan dan bangunan sekolah.

Keributan Lahan Di SMAK Dago, Yayasan Upayakan Mediasi

INILAHKORAN, Bandung - Ramai adanya penyerobotan lahan di lahan SMAK Dago, Kota Bandung, kuasa hukum dari Yayasan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago Kota Bandung merencanakan mediasi dengan PT Graha Multi Insani (GMI) yang telah menduduki lahan dan bangunan sekolah.

Kuasa hukum Yayasan SMAK Dago, Putri Ilmia mengatakan, pihaknya mendatangi SMAK Dago, pada Senin 29 Juli 2024 petang. Rombongan Putri, ditemui oleh seseorang yang diperintahkan untuk menduduki lahan itu.

"Maksud kami kuasa hukum datang ke sini untuk mengkonfirmasi dugaan penyerobotan lahan, kami tanyakan dasar menduduki lahan tersebut. Tapi orang yang di dalam tidak mengetahui alasannya, dan hanya menerima perintah dari pimpinannya," katanya.

Putri menuturkan, kliennya sendiri  memiliki legalitas atas pengelolaan lahan tersebut. Salah satunya adalah surat dari Kementerian Keuangan terkait pengalihan pengelolaan aset kepada Yayasan SMAK Dago yang diterbitkan pada 21 Februari 2024 lalu.

"Kami juga menanyakan dokumen dan surat legalitas PT GMI yang menjadi dasar untuk menduduki lahan SMAK Dago, dan mereka hanya memiliki surat tugas untuk menduduki saja. Karena kegiatan belajar mengajar masih berlangsung seperti tadi, dan siswa pun merasa terganggu," kata dia.

Putri menambahkan, pihaknya akan segera melakukan upaya mediasi dengan PT GMI secepatnya. Dia juga berharap PT GMI bisa kooperatif untuk melakukan komunikasi lebih lanjut.

"Selanjutnya akan berbicara lebih lanjut kepada pihak pengacara PT GMI dan mencoba melakukan mediasi," ucap dia. ***


Editor : Ahmad Sayuti