Kerusuhan Milan, Ribuan Pemuda Jarah Toko di Kawasan Piazza del Duomo
Kerusuhan kembali terjadi di Milan, Italia. Ribuan pemuda dilaporkan menjarah toko di Piazza del Duomo, sementara kerugian diperkirakan mencapai 1,3 juta euro.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kerusuhan kembali terjadi di pusat Kota Milan, Italia. Sekelompok pemuda dilaporkan memecahkan kaca etalase dan menjarah sejumlah toko di kawasan Piazza del Duomo.
Kerusuhan terbaru itu terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan dalam aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.
Mengutip surat kabar La Repubblica, Minggu (18/10), sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Massa menghancurkan kaca etalase menggunakan berbagai benda, seperti tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik. Setelah itu, mereka menerobos masuk ke sejumlah toko, terutama toko perlengkapan olahraga dan supermarket.
Hingga laporan tersebut disusun, belum ada informasi mengenai bentrokan besar terbaru di kawasan itu.
Untuk mengantisipasi eskalasi, polisi menambah jumlah personel di sekitar Piazza del Duomo. Mobil patroli dan petugas keamanan disiagakan, sementara kendaraan meriam air dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bentrokan.
Sementara itu, siaran langsung surat kabar Corriere della Sera menunjukkan situasi di pusat Kota Milan terpantau tenang. Petugas kepolisian dengan perlengkapan khusus juga telah dikerahkan ke sejumlah ruas jalan.
Di sisi lain, seruan untuk kembali berkumpul di Piazza del Duomo dilaporkan beredar di media sosial sejak Minggu pagi.
Kepolisian Negara Italia menyatakan sebanyak 197 orang telah ditahan untuk menjalani proses identifikasi selama rangkaian kerusuhan di Milan, Bologna, Turin, dan sejumlah kota lainnya.
Dari jumlah tersebut, 28 orang dilaporkan ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing. Sementara itu, sebanyak 141 petugas penegak hukum dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan.
Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan kerugian ekonomi akibat kerusuhan tersebut mencapai sekitar 1,3 juta euro atau setara dengan Rp26,3 miliar.***
Editor : JakaPermana
