Kesadaran Pajak Masih Rendah

Kesadaran Pajak Masih Rendah
OPSGAB: Bapenda KBB menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor yang dipusatkan di Gerbang Tol Padalarang, Rabu (5/8)

Oleh: Agus SN

INILAH, Bandung - Laju kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Padalarang, Rabu (5/8), sesekali melambat. Sejumlah pengendara diminta menepi.

Bukan karena razia pelanggaran lalu lintas, melainkan untuk memastikan satu kewajiban yang kerap terlupakan: membayar pajak kendaraan bermotor.

Di lokasi itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor. Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat tersebut melibatkan Satlantas Polres Cimahi, Jasa Raharja, dan Bank BJB.

Meski berbalut operasi pemeriksaan, pendekatan yang diusung lebih mengedepankan edukasi dibanding penindakan. Para petugas memberikan penjelasan kepada wajib pajak mengenai pentingnya memenuhi kewajiban membayar pajak sekaligus menyediakan mekanisme pembayaran yang langsung disetorkan ke rekening bank agar seluruh transaksi berlangsung transparan dan bebas pungutan liar.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Bandung Barat, Dayli Setiaji, mengatakan hingga hari pertama pelaksanaan operasi tercatat 16 kendaraan terjaring dengan total tunggakan pajak mencapai Rp46.031.700.

Menurut Dayli, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan masih menjadi pekerjaan rumah. Pada semester pertama 2026, kepatuhan wajib pajak berada di angka 62 persen, menurun dibandingkan akhir 2025 yang mencapai 67 persen.

“Data menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat membayar pajak pada semester I-2026 berada di angka 62%, menurun dibanding akhir tahun 2025 yang mencapai 67%,” ujarnya.

Padahal, sektor pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penopang penting pendapatan daerah. Tahun ini, target penerimaan ditetapkan sebesar Rp209 miliar. Namun hingga pertengahan tahun, realisasinya baru sekitar 52 persen.

“Kondisi ini terjadi meski target pendapatan justru mengalami kenaikan, bukan penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran,” kata Dayli.(gin)


Editor : Inilahkoran