Keterisian Rumah Sakit di Garut Terus Menurun

Tingkat keterisian tempat tidur (Board Occupancy Rate/BOR) di rumah sakit (RS) rujukan kasus Covid-19 di garut terus menunjukkan penurunan.

Keterisian Rumah Sakit di Garut Terus Menurun
tingkat keterisian tempat tidur (Board Occupancy Rate/BOR) di rumah sakit (RS) rujukan kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan.
INILAHKORAN, Garut-Tingkat keterisian tempat tidur (Board Occupancy Rate/BOR) di rumah sakit (RS) rujukan kasus Covid-19 di garut terus menunjukkan penurunan.
 
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika setempat menunjukkan, per 25 MAret 2022, BOR kasus Covid-19 tersebar tujuh di rumah sakit rujukan di wilayah Garut mencapai sebesar 12,35 persen. Tepatnya, dari total sebanyak 418 unit tempat tidur tersedia di tujuh RS tersebut hanya sebanyak 52 terisi pasien kasus Covid-19 masih dirawat isolasi.
 
Pasien konfirmasi positif Covid-19 paling banyak dirawat di RS Umum Daerah dr Slamet Garut mencapai sebanyak 21 orang, atau sekitar 14 persen dari total tempat tidur tersedia sebanyak 150 unit. 
 
 
Sedangkan di enam RS lainnya, jumlah pasien positif dirawat masing-masing di bawah sepuluh orang. Yakni RS Umum Daerah Pameungpeuk Provinsi Jabar merawat sembilan pasien atau sekitar sembilan persen dari total seratus unit tempat tidur tersedia, RS Tk IV Guntur merawat sebanyak delapan pasien atau sekitar 14,81 persen dari total 54 unit tempat tidur tersedia, RS Umum Nurhayati Garut merawat delapan pasien atau sekitar 25,81 persen dari total 31 unit tempat tidur tersedia.
 
Lalu RS Umum Annisa Queen merawat satu pasien atau sekitar 2,50 persen dari 40 unit tempat tidur tersedia, dan RS Medina merawat lima pasien atau sekitar 25 persen dari total 20 tempat tidur tersedia. Sedangkan di RS Umum Intan Dewata yang menyediakan total 20 unit tempat tidur, tak seorang pun pasien kasus Covid-19 dirawat. 
 
Selain di RS rujukan, BOR di tempat isolasi terpusat (isoter) juga menurun. 
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Garut Muksin, Sabtu (26/3/2022). dari sebanyak 294 unit tempat tidur tersedia di tiga lokasi isoter, hanya empat unit terisi pasien dirawat atau sekitar 1,36 persen. Itu pun hanya di isoter Karangsari Caringin selatan Kabupaten Garut yang menyediakan total 30 unit tempat tidur.
 
 
Sedangkan di dua lokasi isoter lainnya di Rusunawa Gandasari yang menyediakan total 200 unit tempat tidur dan Islamic Center yang menyediakan total 64 unit tempat tidur, tidak ada satu pun pasien kasus Covid-19 dirawat. 
 
Kasus aktif Covid-19 di Garut sendiri tercatat mencapai sebanyak 441 orang. Sebanyak 63 orang di antaranya dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 378 orang lainnya dalam isolasi perawatan secara mandiri.(zainulmukhtar)***


Editor : inilahkoran