Ketika Aktivitas Sekolah Terganggu Bau Sampah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Nunung Nurohman
INILAH, Tasikmalaya- Tumpukan sampah mengganggu berbagai aktivitas warga, termasuk anak-anak yang sedang bersekolah. Kehadiran sejumlah TPS liar malah berujung kerumitan.
Tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) liar, Jalan Lukmanul Hakim, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, telah lama dikeluhkan warga.
Mereka merasa terganggu, lantaran tumpukan sampah menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Parahnya lagi, lokasi penumpukan sampah berada tidak jauh dari SDN Nagarawangi 1, SDN Nagarawangi 2, dan SDN Nagarawangi 3.
Kekhawatiran akan terganggunya aktivitas berlajar mengajar semakin tak terelakan. Warga juga cemas, para siswa dan pengejar turut terdampak dari sisi kesehatan.
Pantauan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tumpukan sampah tampak memanjang sekitar enam meter di bahu jalan.
Selain mengeluarkan aroma menyengat, keberadaan sampah juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas karena sebagian badan jalan tertutup tumpukan sampah.
Seorang pemulung, Koko (40), mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti berapa lama sampah belum diangkut oleh petugas.
Menurutnya, tumpukan sampah di lokasi tersebut kerap menggunung sebelum akhirnya diangkut.
“Sudah lama seperti ini. Untuk pastinya berapa hari belum diangkut saya tidak tahu, tapi memang sampah sering menumpuk di sini,” ujarnya.
Koko menambahkan, lokasi tersebut juga sering dimanfaatkan oleh pengendara dari luar wilayah untuk membuang sampah, sehingga volume sampah terus bertambah.
Keluhan serupa disampaikan Aep (52), pedagang pisang hijau yang berjualan di sekitar lokasi. Ia berharap pengangkutan sampah dapat dilakukan setiap hari agar tidak menumpuk dan menimbulkan dampak bagi masyarakat.
“Kalau bisa setiap hari diangkut supaya tidak menumpuk. Kasihan pedagang, anak-anak sekolah, dan pengguna jalan karena banyak lalat dan baunya juga cukup mengganggu,” katanya.
Warga menilai penutupan lokasi TPS liar bukan solusi yang mudah dilakukan. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah agar penumpukan tidak terus berulang dan tidak mengganggu kenyamanan maupun kesehatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya melalui bidang terkait belum memberikan tanggapan terkait penyebab belum diangkutnya sampah di lokasi tersebut.
Editor : Inilahkoran


