Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna Apresiasi Bank Sampah Cimahi Karena Mampu Olah Limbah jadi Bahan Bakar Kualitas Tinggi
Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar) Buky Wibawa Karya Guna menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap inovasi gemilang dari Bank Sampah asal Kota Cimahi yakni Bank Sumber Daya Melong yang mampu mengolah limbah menjadi bahan bakar berkualitas tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mengapresiasi inovasi Bank Sumber Daya Sampah Melong, Kota Cimahi, karena mampu mengolah limbah menjadi bahan bakar berkualitas tinggi.
Menurutnya, gagasan yang dilakukan Bank Sumber Daya Sampah Melong ini dapat ditiru, guna mengurai masalah sampah perkotaan, sekaligus menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebab, dari sampah limbah plastik yang diolah menggunakan alat atau mesin khusus, dapat menjadi bahan bakar seperti bensin dan solar yang bahkan kualitasnya lebih baik dari bahan bakar minyak umumnya.
"Di tempat ini, kami melihat langsung bagaimana sampah plastik diolah menjadi bahan bakar (bensin dan setara solar) dengan kualitas tinggi, bahkan setara atau lebih baik dari BBM yang beredar di pasaran," kata Buky dalam rekaman video yang dilihat Selasa 24 Juni 2025.

Inovasi alat bernama Petasol karya anak negeri ini lanjut dia, bahkan telah teruji dan memiliki hak paten, dalam pengelolaan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak.
"Dan menjadi bukti nyata, bahwa solusi besar bisa lahir dari lingkungan sekitar kita," ucapnya.
Buky berharap, inovasi ini dapat sampai ke pemerintah pusat, khususnya ke Presiden Prabowo Subianto, sehingga mendapatkan atensi guna dikembangkan secara lebih luas.
"Semoga kabar baik ini bisa sampai ke pemerintah pusat, bahkan ke Bapak Presiden. Karena inovasi seperti ini layak mendapat perhatian dan dukungan yang lebih luas, demi masa depan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," harapnya.
Alat bernama Petasol ini, membutuhkan biaya sekitar Rp500 juta per unit untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak.
Selain itu, ada satu alat lainnya yang membutuhkan modal sekitar Rp250 juta, dimana mampu mengubah beragam sampah seperti di TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, menjadi bio cubes atau semacam batubara sintetis.*(Adikarya Parlemen)
Editor : Ghiok Riswoto


