Khawatir Terjadi Inflasi, Ngatiyana Minta TPID Lebih Proaktif
Ngatiyana meminta tim pengendalian inflasi daerah bisa lebih proaktif dalam melakukan pengendalian inflasi agar tidak mengalami lonjakan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Meningkatkannya konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan dikhawatirkan menjadi pemicu inflasi.
Menyikapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meminta tim pengendalian inflasi daerah (TPID) bisa lebih proaktif dalam melakukan pengendalian inflasi agar tidak mengalami lonjakan.
“Kota Cimahi sudah mempunyai TPID yang tak hanya berfokus pada harga, terutama kebutuhan pokok, tapi juga menjaga tingkat inflasi agar tetap di angka yang proporsional, khususnya yang berkaitan dengan harga bahan pokok," kata Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Baca Juga: Tak Hanya Dihukum Mati, Hakim PT Bandung Juga Kabulkan Denda Restitusi Terhadap Herry Wirawan
Selain itu, jelas dia, TPID juga harus mendorong berbagai sektor ekonomi agar tumbuh semakin produktif, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi.
"Tentunya dengan menghadirkan program-program yang inovatif dan efektif dalam menjaga stabilisasi harga/inflasi di Kota Cimahi," jelasnya.
Ia menyebut, pangan menjadi fokus utama dalam pemulihan ekonomi saat pandemi ini, karena di samping daya beli masyarakat yang kurang dapat memicu rawan pangan.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Senin 4 April 2022: Katrin dan Rendy Kembali Bersatu Berkat Jessica
"Kondisi alami Kota Cimahi yang tidak memiliki banyak lahan, juga menuntut sektor pangan diselesaikan dengan segera," sebutnya.
Ia pun meminta, agar pihak TPID Kota Cimahi segera meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah guna mendukung peran TPID Kota Cimahi dalam persiapan Ramadhan 1443 H.
"Segenap unsur TPID juga perlu melakukan persiapan menghadapi kebijakan pemerintah pusat, terkait dengan tarif dasar listrik (TDL), harga BBM, gas elpiji, serta minyak goreng yang menjadi primadona," tuturnya.
Baca Juga: Kim Sejeong dan Ahn Hyo Seop Penuhi Ide Lucu Saat Syuting Adegan Kencan di 'A Business Proposal'
Apabila diperlukan, sambung dia, TPID bisa membuat perencanaan terkait pelaksanaan operasi pasar murah pada saat sebelum hari besar keagamaan, dan pada saat kejadian luar biasa.
"Selain itu, tentu saja peran para ulama sangat penting dalam mengimbau agar masyarakat bijak dalam memenuhi kebutuhan pokoknya," ujarnya.
"Termasuk guna memastikan TPID agar dapat mengimplementasikan strategi 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, meningkatkan distribusi, dan komunikasi yang efektif," sambungnya.
Baca Juga: Herry Wirawan Akhirnya Divonis Hukuman Mati, JPU Kejati Jabar Menang Banding
Ia berharap, masyarakat tidak melakukan aksi panic buying menjelang Ramadhan 2022.
"Karena masyarakat Kota Cimahi hadir dalam upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan sesuai kebutuhan," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


