Kisah Selvy Peternak Muda Cimahi Usai Sapinya Dipilih Langsung Presiden Prabowo

Kebanggaan luar biasa menyelimuti hati Selvy Widia Putri (21). Pasalnya, di usia yang masih sangat muda, hasil kerja kerasnya di dunia peternakan

Kisah Selvy Peternak Muda Cimahi Usai Sapinya Dipilih Langsung Presiden Prabowo
Selvy Widia Putri, peternak muda asal Cimahi, bikin bangga karena Sapi peliharaannya terpilih dan dibeli langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk hewan kurban.

INILAHKORAN.ID – Kebanggaan luar biasa menyelimuti hati Selvy Widia Putri (21). Pasalnya, di usia yang masih sangat muda, hasil kerja kerasnya di dunia peternakan berhasil menembus tingkat nasional. 

Sapi hasil pemeliharaan di bawah naungan usahanya, yakni CR Daging Farm terpilih dan dibeli langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. 

Hewan ternak tersebut nantinya akan disalurkan dan dijadikan hewan qurban di wilayah Kota Cimahi. Bagi Selvy, pencapaian ini bukan sekadar soal transaksi jual beli, melainkan bukti nyata bahwa generasi muda bisa berprestasi dan membanggakan daerah lewat jalur wirausaha peternakan.

Bagi Selvy, sapinya yang lolos seleksi dan dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia adalah pengakuan tertinggi atas kualitas ternak yang ia kelola. 

“Saya merasa sangat bahagia dan bangga sekali. Sapi ternak saya terpilih dan dibeli langsung oleh Bapak Presiden RI Prabowo Subianto untuk keperluan qurban di sini," kata Selvy, Selasa (26/5/2026).

"Bagi saya ini pencapaian yang luar biasa di usia muda. Semua kerja keras kami terbayar dan kualitas ternak kami diakui,” ungkapnya.

Selvy menuturkan minatnya terhadap dunia peternakan berawal dari kedekatannya dengan sang ayah. Sejak dini, ia sering diajak berkeliling, diperkenalkan pada berbagai jenis sapi, hingga diajarkan cara menilai kualitas hewan ternak secara langsung. 

Tak hanya sekadar melihat, ayahnya juga menanamkan ilmu mendalam mulai dari cara mengecek kesehatan hewan, standar kualitas pakan, hingga perhitungan nilai ekonomi dan harga jual yang wajar. 

Dari sanalah pemahaman bisnis dan manajemen peternakan tumbuh kokoh di benak anak muda ini.

“Dulu pertama kali dikenalkan jenis-jenis sapi, diajari mana yang layak dipelihara, bagaimana ciri kesehatan yang baik, hingga menimbang dari sisi kualitas dan harganya," tuturnya. 

"Semua ilmu dasar itu saya dapatkan dari ayah. Lama-kelamaan saya jadi makin paham, bahkan mulai terlibat mengelola modal dan usaha bersama beliau,” sambungnya.

Langkah Selvy meneruskan jejak sang ayah ternyata bukan paksaan, melainkan panggilan hati yang tumbuh seiring berjalannya waktu. Dukungan penuh dari keluarga menjadi bahan bakar semangatnya. 

Ia menyadari, dunia peternakan bukan sekadar pekerjaan kasar, melainkan usaha yang menjanjikan dan membutuhkan ketelatenan tinggi. Selvy merasa menemukan tempatnya, berbeda dengan pandangan umum anak muda seusianya.

“Tidak ada paksaan sama sekali, saya justru merasa sangat nyaman dan cocok di sini. Dorongan orang tua sangat besar, mereka membuka wawasan saya bahwa ternak itu punya masa depan cerah," ungkapnya.

"Kalau teman-teman seusia saya, rata-rata bercita-cita bekerja di BUMN atau kantoran. Tapi saya memilih jalan beda, saya ingin dan bertekad menjadi peternak sapi yang sukses dan profesional,” ujarnya.***


Editor : JakaPermana