Komisi II DPRD Kota Bogor dan Pemkot Segera Buat Program Promosikan Pasar Tradisional
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Abdul Kadir Hasbi Alatas menyampaikan kepada para pedagang ke depannya Pemkot Bogor akan membuat suatu program untuk mempromosikan pasar tradisional agar masyarakat kembali tertarik untuk berbelanja di pasar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Abdul Kadir Hasbi Alatas menyampaikan kepada para pedagang ke depannya Pemkot Bogor akan membuat suatu program untuk mempromosikan pasar tradisional agar masyarakat kembali tertarik untuk berbelanja di pasar.
"Tentu kami dari Komisi II DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor ke depannya akan membuat suatu program untuk menjaga harga, ketersediaan produk dan meningkatkan promosi agar masyarakat mau berbelanja di pasar tradisional," ungkap Hasbi, Minggu 10 November 2024.
Hasbi mengaku, dua hari lalu dirinya terjun ke pasar tradisional untuk melakukan pengecekan harga daging sapi, daging ayam, sayur-sayuran dan bumbu dapur dengan menanyakan langsung ke para pedagang.
"Ada beberapa harga yang memang naik, tapi insyaallah ini bisa terus terjaga ke depannya," terangnya.
Terpisah, Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari menyampaikan, pihaknya telah memulai untuk meramaikan kembali pasar tradisional dengan mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemkot Bogor untuk berbelanja ke pasar tradisional di wilayah Kota Bogor.
"Kami sudah mulai dan ASN ada laporan setiap satu Minggu sekali berbelanja ke pasar tradisional. Bu Selda sudah bikinkan jadwal untuk semua perangkat daerah, berikut ada hari-harinya, untuk berbelanja di pasar tradisional," terangnya.
Hery mengatakan, untuk harga bahan pokok di pasar tradisional, dari data Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota, harga daging sapi di angka Rp130 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu per kilogram dan ayam Rp38 ribu per kilogram. Harga bawang merah di Pasar Kebon Kembang saat ini di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp32 ribu per kilogram.
"Nah ini kami sekarang sedang akan melaporkan dan juga ngumpulkan teman-teman untuk mencari solusinya. Mungkin nanti dengan Gerakan Pangan Murah," jelasnya.
Hery juga mengatakan, stok pada semua komoditas masih aman dan tidak ada keluhan dari pedagang. Apabila ada masalah dalam distribusi berkaitan dengan stok, Kapolresta Bogor Kota telah memberikan nomor aduan yang bisa dihubungi para pedagang.
"Seandainya ada masalah dalam distribusi berkaitan dengan stok, ada yang nimbun, ada yang ngoplos dan sebagainya, Pak Kapolres sudah menempelkan hotline, untuk langsung menghubungi pihak kepolisian," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

