KONI Jabar Bongkar Kendala Gelaran Porprov Jabar 2026

Ketua Umum KONI Jabar, Muhammad Budiana mengatakan kendala utama dari penyelenggaraan Porprov Jabar 2026 tersebut berkaitan dengan keterbatasan anggaran hibah

KONI Jabar Bongkar Kendala Gelaran Porprov Jabar 2026
Ketua Umum KONI Jabar, Muhammad Budiana

INILAHKORAN.ID - Lembaga otoritas keolahragaan KONI Jabar secara terang-terangan membongkar kendala gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026 yang akan berlangsung November mendatang.

Ketua Umum KONI Jabar, Muhammad Budiana mengatakan kendala utama dari penyelenggaraan Porprov Jabar 2026 tersebut berkaitan dengan keterbatasan anggaran hibah.

“Kami menyadari, kami tidak akan bersikap egois terhadap persoalan atau fenomena anggaran atau dana hibah yang kami terima. Mengapa? Karena hari ini negara kita seperti yang kita ketahui bersama sedang betul-betul menghadapi kondisi sulit dalam bidang perekonomian dan pembangunan di Indonesia ini,” ujar Budiana di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa, 17 Maret 2026.

Budiana memastikan kebijakan efisiensi nasional ini membuat seluruh daerah harus melakukan penyesuaian anggaran. Termasuk kepada kegiatan olahraga daerah yang selama ini menjadi fondasi pembinaan atlet.

“Mungkin organisasi lain seperti sahabat kita di KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), di NPCI (National Paralympic Committee Indonesia) dan organisasi mitra lainnya juga saya kira terdampak dengan hal yang sama,” tuturnya.

Namun, ia berharap pemerintah tetap memiliki perhatian yang besar terhadap pelaksanaan Porprov Jabar 2026 ini sesuai dengan SK Gubernur dan Undang-Undang Sistem Keolahragaan.

“Saya tidak mau ke dalam satu friksi antara Porprov, Pemerintah Daerah dengan KONI. Sangat tidak elok atau tidak bagus lah kalau hal itu terjadi. Yang saya mau adalah, yang kami mau adalah adanya pemahaman yang baik terhadap bahwa pelaksanaan Porprov ini memiliki dampak ke depan. Terhadap apa dampaknya atau mempengaruhinya terhadap apa? Terhadap kegiatan multi event tingkat nasional berikutnya, yakni Pekan Olahraga Nasional,” katanya.

Budiana mengingatkan pada 2027 mendatang, seluruh atlet harus mengikuti babak kualifikasi PON. Setelah itu dilanjutkan dengan pelaksanaan PON pada 2028 yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) . 

“Yang paling utama lagi karena Jabar sudah 3 kali juara umum berturut-turut. Sehingga dengan demikian Jabar juga sudah beberapa dekade menjadi backbone atau tulang punggung kekuatan atlet nasional. Maka amat disayangkan kalau hari ini ada perhatian yang kurang begitu baik terhadap pembinaan olahraga prestasi, olahraga amatir di Jawa Barat ini,” katanya.

Budiana juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mau duduk bersama dengan KONI Jabar untuk membahas persiapan Porprov 2026.

“Ya, mari kita duduk bersama, terima kami, kehadiran kami. Kami rasanya di Jawa Barat ini tidak punya kesalahan. Kalau ada kesalahan ya koreksi kami. Mari bersikap mutual understanding, secara peaceful coexistence, di antara stakeholder dengan KONI Jabar. Saya ini rasanya begitu sangat terbuka pada dialog dengan siapapun,” pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti