Konsep Infrastruktur Ciater Lembang Bakal Diterapkan di Cibiru
Konsep pembangunan infrastruktur terintegrasi lintas wilayah yang dirancang menghubungkan Ciater, Lembang hingga Setiabudi berpeluang diterapkan di Cibiru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Konsep pembangunan infrastruktur terintegrasi lintas wilayah yang dirancang menghubungkan Ciater, Lembang hingga Setiabudi berpeluang diterapkan di kawasan Cibiru.
Rencana itu akan melibatkan empat pemerintahan daerah yakni Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, dan Pemkab Sumedang.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, konsep pembangunan lintas wilayah di kawasan Ciater hingga Setiabudi merupakan hasil koordinasi yang dipimpin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Perencanaan melibatkan sejumlah daerah karena jalur yang dikembangkan melintasi wilayah administrasi berbeda.
"Konsep yang sama nantinya akan dibawa ke kawasan Cibiru. Rencananya akan dibicarakan antara Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, dan Pemkab Sumedang," kata Farhan, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pembahasan bersama diperlukan agar pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan tidak berjalan sendiri-sendiri. Setiap daerah, diharapkan memiliki kesepahaman dalam merancang konektivitas jalan maupun fasilitas pendukung.
Sebelumnya, kolaborasi serupa dirancang di kawasan Ciater, Subang hingga Setiabudi, Kota Bandung. Rencana pembangunan mencakup jaringan jalan dan trotoar yang menghubungkan kawasan tersebut, termasuk akses menuju rest area baru di sekitar Ciater sebelum kawasan Tangkuban Parahu.
Farhan menjelaskan, kawasan yang terhubung mencakup tiga wilayah administrasi yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung. Lantaran melibatkan beberapa daerah, desain infrastruktur dibahas bersama melalui koordinasi yang dipimpin Gubernur Jabar.
"Jaringan infrastrukturnya harus dibangun, mulai dari jaringan jalan hingga trotoar yang menghubungkan Subang, Bandung Barat (Lembang) sampai Setiabudi," ucapnya.
Dia berharap, pembangunan terintegrasi dapat membuat masyarakat beraktivitas lintas daerah tanpa merasakan batas administrasi. Penataan infrastruktur yang selaras, dinilai penting agar konektivitas antarkawasan terasa lebih menyatu.
"Harapannya, nanti masyarakat yang berjalan di kawasan tersebut seolah-olah tidak merasakan adanya batas wilayah atau terasa seamless," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

