Kontribusi Komed Meningkatkan Minat Baca Masyarakat
Menurut survei PISA yang digagas oleh OECD pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat indeks penurunan kualitas dalam literasi masyarakat Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Menurut survei dari Programme for International Student Assesment (PISA) yang digagas oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat indeks penurunan kualitas dalam literasi masyarakat Indonesia dengan capaian nilai 371 untuk kompetensi membaca, 379 untuk kompetensi matematika, dan 396 untuk kompetensi sains.
Sedangkan tahun 2015 lalu capaian nilai hasil survei PISA untuk Indonesia adalah 397 untuk kompetensi membaca, 386 untuk kompetensi matematika, dan 403 untuk kompetensi sains.
Fenomena ini menjadi cukup menarik perhatian praktisi pendidikan dan para penggerak pendidikan, di saat literasi sedang gencar-gencarnya digalakan oleh banyak pihak, tetapi hasil yang muncul tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab mencari solusi dari permasalahan ini, tetapi masyarakat juga berperan penting untuk memberi kontribusi dalam upaya memperbaiki kualitas literasi terutama yang berhubungan dengan pendidikan anak.
Komed adalah salah satu komunitas yang menjadikan literasi sebagai konsentrasi program dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan. Selain fokus pada pengembangan media ajar para guru di sekolah, Komed juga berkontribusi dalam meningkatkan minat baca pada anak-anak sekolah maupun anak usia dini.
Koordinator Komed Bandung Mirna Kartika menyatakan, Komed adalah komunitas yang bergerak di dunia pendidikan. Komed hadir sebagai wadah dan sarana para guru yang mau belajar dan berminat mengembangkan potensinya melalui kegiatan-kegiatan diskusi online maupun pelatihan dan workshop yang rutin diadakan oleh Komed selama tiga tahun ini.
"Selain itu beberapa kegiatan, Komed juga sangat membantu guru-guru dalam menyajikan kegiatan literasi yang menyenangkan di sekolahnya, seperti kegiatan Fun Reading Activities dan Fun Literacy Activities yang berisi tentang materi kegiatan membaca dan kegiatan belajar dengan basis game literasi yang menyenangkan," ujar Mirna ketika mengisi pelatihan dan workshop di RA Al-Ishlah Muhammadiyah Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Jumat (27/12/2019).
Dia berharap, eksistensi Komed Bandung semakin luas manfaatnya dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat Kota Bandung terutama dalam kompetensi baca anak-anak di sekolah. Perpustakaan sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat bisa menjadi wisata edukasi untuk anak-anak dan minat baca anak semakin baik lagi.
"Semoga Komed Bandung di tahun 2020 bisa bergerak lebih masif untuk membantu guru-guru di sekolah maupun pengelola perpustakaan dalam menyajikan kegiatan-kegiatan literasi yang menyenangkan, sehingga ke depannya buku bisa menjadi sahabat untuk masyarakat Indonesia dan mampu meningkatkan minat membaca anak-anak sehingga kegiatan membaca bukan lagi menjadi kegiatan membosankan," tutur Mirna.
Wakil Kepala Sekolah MI Perguruan Islam Cikancung Kabupaten Bandung, I Wayan Adi S menambahkan, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dalam program Komed ini bahwa kegiatan-kegiatan Komed ini sangat bermanfaat dan membantu mereka mengenal lebih jauh tentang literasi.
“Dengan adanya pelatihan Fun Reading Activities dari Komed, kami sebagai pendidik mendapat tambahan ilmu bagaimana cara membaca yang baik dan benar. Cara menyampaikan bacaan dengan ekspresif dan intonasi menarik untuk anak. Sehingga kegiatan membaca bukan lagi satu kegiatan yang membosankan untuk anak-anak di sekolah," papar I Wayan.
Sebagai catatan sudah ada beberapa penerima manfaat kegiatan Fun Literacy dan Fun Reading Activities Komed Bandung yaitu Taman Bacaan Bagusrangin, Kecamatan Coblong, Kota Bandung; RA Al Ishlah Muhammadiyah Kecamatan Ciparay; MI Perguruan Islam Cikancung Kabupaten Bandung; dan TPQ Al Rasyid Kecamatan Sumur Bandung. Sejauh ini Komed disambut baik oleh praktisi pendidikan dan aktivis pendidikan, terlihat dari banyaknya peserta yang selalu antusias mengikuti acara-acara yang diadakan oleh Komed. (okky adiana)
Editor : suroprapanca


