Korban Meninggal Akibat Bencana di Sumatera Tembus 780 Jiwa, Sumut Catat Angka Terbanyak
BNPB melaporkan perkembangan korban meninggal akibat bencana Sumatera.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Laporan terbaru penanganan darurat banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menunjukkan jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.
Berdasarkan pembaruan data per 4 Desember 2025, tercatat 780 jiwa meninggal dunia, sementara 564 orang dinyatakan hilang dan 2.478 orang mengalami luka-luka.
Data terlihat pada dashboard resmi BNPB yang menampilkan peta dampak, fasilitas rusak, hingga persebaran korban berdasarkan provinsi.
Sumatera Utara Catat Korban Meninggal Tertinggi
Dalam grafik sebaran korban meninggal dunia antarprovinsi, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban jiwa tertinggi, yaitu 299 orang. Angka ini terpaut jauh dibandingkan Aceh yang mencatat 277 korban meninggal, sementara Sumatera Barat melaporkan 204 korban jiwa.
Besarnya angka korban di Sumut diduga terkait luasnya area terdampak banjir dan longsor yang merusak ribuan rumah serta fasilitas umum.
Ribuan Rumah Rusak, Ratusan Fasilitas Publik Terdampak
Selain tingginya jumlah korban jiwa, kerusakan bangunan dan infrastruktur juga signifikan. Data kerusakan fasilitas di Sumatera Utara meliputi:
Rumah rusak: 10,4 ribu unit
Fasilitas umum rusak: 354 unit
Fasilitas kesehatan rusak: 9 unit
Fasilitas pendidikan rusak: 213 unit
Rumah ibadah rusak: 132 unit
Gedung/kantor rusak: 100 unit
Jembatan rusak: 295 unit
Kerusakan jembatan dan akses jalan membuat proses evakuasi serta distribusi bantuan di beberapa wilayah sempat terhambat.
Tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan terus melakukan pencarian korban hilang serta membuka akses yang terputus. Pada dashboard operasi terlihat adanya pemetaan wilayah terdampak serta jalur distribusi logistik, terutama di kawasan yang masih terisolasi.
Dengan jumlah korban meninggal dan hilang yang terus diperbarui, pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, longsor, dan aliran lahar di sekitar sungai yang meluap akibat curah hujan ekstrem.
Editor : Firda Rachmawati

