Kota Bandung Bidik Pendapatan Rp7,46 Triliun di APBD 2027

Pemkot Bandung menargetkan pendapatan daerah Rp7,46 triliun dalam APBD 2027. Farhan meminta Bapenda lebih kreatif dan agresif menggali PAD.

Kota Bandung Bidik Pendapatan Rp7,46 Triliun di APBD 2027
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat menyampaikan target pendapatan daerah 2027.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota Bandung menargetkan pendapatan daerah mencapai Rp7,46 triliun dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

Target tersebut meningkat sekitar Rp269,13 miliar atau 3,74 persen dibandingkan pendapatan dalam APBD 2026. Proyeksi itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam rangkaian pembahasan Raperda APBD 2027 bersama DPRD Kota Bandung.

Seiring dengan target tersebut, Farhan meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung lebih kreatif dan agresif menggali berbagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

"Saya meminta Bapenda terus kreatif, dan agresif mencari berbagai macam bentuk peningkatan pendapatan asli daerah," kata Farhan.

Menurut Farhan, peningkatan PAD menjadi bagian penting untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Penguatan pendapatan diperlukan agar pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik memiliki dukungan fiskal yang semakin kuat.

Ia menilai upaya menggali pendapatan tidak cukup hanya mengandalkan sumber penerimaan yang selama ini sudah berjalan. Bapenda perlu mencari inovasi dan potensi baru yang sah serta dapat memberikan kontribusi secara berkelanjutan.

"Selain mengoptimalkan sektor pajak dan retribusi, kami mendorong perluasan basis pendapatan melalui berbagai inovasi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan tanpa menambah beban masyarakat," ujarnya.

Dalam rancangan APBD 2027, kontribusi PAD ditargetkan mampu menutup lebih dari 60 persen total pendapatan daerah. Target tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Farhan juga menekankan bahwa peningkatan pendapatan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan integritas. Optimalisasi penerimaan, kata dia, tidak boleh membuka ruang bagi persoalan baru dalam pengelolaan keuangan daerah.

"Jangan sampai peningkatan pendapatan justru menimbulkan persoalan baru. Integritas harus menjadi dasar dalam setiap proses pengelolaan pendapatan daerah," kata dia.

Selain pendapatan, Pemkot Bandung memproyeksikan belanja daerah dalam APBD 2027 mencapai sekitar Rp7,82 triliun. Angka tersebut meningkat Rp212,15 miliar atau 2,79 persen dibandingkan APBD 2026 yang berada di kisaran Rp7,61 triliun. Sementara pembiayaan neto diproyeksikan sekitar Rp362 miliar.

Farhan berharap penguatan PAD dapat memperbesar ruang fiskal Kota Bandung. Dengan kapasitas pendapatan yang lebih kuat, pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

"Kita ingin membangun kemandirian fiskal yang kuat, tetapi harus dicapai dengan cara yang transparan, profesional dan akuntabel," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana