Kota Bandung Menuju Kota Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menargetkan, Kota Bandung menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menargetkan, Kota Bandung menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) yang tengah berjalan, disebut telah mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup.
“Target saya jelas, seluruh RW di Kota Bandung mampu mengolah minimal 25 kilogram sampah organik per hari. Jika ini tercapai, saya akan bawa capaian Bandung ke kementerian dan Presiden sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” kata Farhan, Jumat 6 Maret 2026.
Menurut ia, saat ini rata-rata pengolahan sampah organik oleh Gaslah berada di angka 20 kilogram per hari per RW. Pihaknya menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan. “Ini pekerjaan rumah bagi lurah dan jajaran kewilayahan. Saya ingin ada perubahan perilaku masyarakat, bukan hanya sekadar angka,” ucapnya.
Farhan juga menekankan pentingnya pendataan produksi sampah di setiap RW agar data valid, dan bisa dijadikan rujukan nasional. “Makanya kita lakukan pendataan ini. Saya perlu tahu berapa banyak produksi sampah organik di setiap RW,” ujar dia.
Dengan optimisme tinggi, pihaknya berharap Kota Bandung bisa menjadi pionir dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. “Nantinya 100 persen RW se Kota Bandung bisa mengolah minimal 25 kilogram per hari. Saya yakin Kota Bandung bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

