Kota Bandung Terapkan Sanksi Sosial untuk Anak Yang Keluar di Jam Malam

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan, anak-anak yang kedapatan berada di luar rumah pada jam malam akan dikenai sanksi berupa teguran dan pembinaan. Pendekatan yang digunakan, bukan bersifat hukuman melainkan pembinaan yang berfokus pada kedisiplinan.

Kota Bandung Terapkan Sanksi Sosial untuk Anak Yang Keluar di Jam Malam

INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota bandung, Erwin menegaskan, anak-anak yang kedapatan berada di luar rumah pada Jam malam akan dikenai sanksi berupa teguran dan pembinaan. Pendekatan yang digunakan, bukan bersifat hukuman melainkan pembinaan yang berfokus pada kedisiplinan.

"Kalau ada anak yang masih keluyuran malam-malam, kita panggil orang tuanya. Kita kasih peringatan. Kalau memang masih di bawah umur, kita juga bisa antar pulang," kata Erwin pada Kamis 21 Agustus 2025.

Menurut ia, dalam penanganan kasus seperti ini pihaknya tidak menerapkan sanksi pidana atau tindakan fisik. Melainkan Sanksi sosial sebagai bentuk edukasi. Orang tua juga harus dilibatkan agar anak bisa dibimbing dengan benar.

"Jangan dibiarkan. Kita telepon orang tuanya supaya ada peringatan. Posisi ini masih Sanksi sosial lah ya. Itu yang kita berikan kepada anak-anak ini," ucapnya.

Erwin juga menekankan, kebijakan itu bukan bentuk pengekangan terhadap kebebasan anak-anak. Melainkan bagian dari upaya untuk menanamkan disiplin sejak usia dini.

"Ini bukan pengekangan. Ini hanya disiplin menurut saya. Anak-anak itu harus didisiplinkan. Jangankan anak-anak, saya saja kalau tidur lewat jam 12 malam udah nggak sehat. Kalau tidur lebih awal, bisa tahajud, bisa salat subuh, bisa olahraga. Sampai sekarang badan fit karena itu," ujar dia. 

Lebih lanjut, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak mencari-cari alasan pembenaran terkait kebiasaan anak keluar malam. Ia menyarankan agar waktu bermain dialihkan ke siang atau sore hari.

"Jangan ada teori pembenaran. Anak-anak itu bisa main siang, bisa sore. Malam itu waktunya tidur. Itu logika sederhana. Kita juga dulu seperti itu," tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti