Kota Bandung Tingkatkan Pengelolaan Sampah untuk Lingkungan yang Lebih Bersih
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengelola sampah dengan lebih baik, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengelola sampah dengan lebih baik, sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dari 1.492 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, sekitar 60 persen berupa sampah organik. Hanya 981 ton yang dikirim ke TPA, sementara sisanya diolah langsung di dalam kota.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kapasitas fasilitas pengolahan sampah saat ini baru mencapai 250 ton per hari. "Kami menargetkan kapasitas ini naik menjadi 320 ton pada akhir tahun ini, dan mencapai 500 ton pada pertengahan 2026," kata Farhan pada Jumat 5 Desember 2025.
Menurut ia, Kota Bandung memiliki empat langkah besar dalam pengelolaan sampah yakni pemilahan, pengolahan, pemanfaatan dan pemusnahan. Teknologi modern, seperti insinerator kecil berkapasitas 10 ton mulai diterapkan. "Sementara sektor daur ulang plastik terus berkembang, terutama di kawasan Cigondewah," ucapnya.
Beberapa pasar di Kota Bandung, sambung ia juga sudah memulai inovasi pengelolaan sampah. Pasar Gedebage misalnya, kini mampu mengolah 20 ton sampah organik per hari. Pihaknya pun berencana mengembangkan fasilitas serupa di Pasar Caringin dan Ciwastra, bahkan memanfaatkan terminal lama sebagai lokasi pengolahan berbasis komunitas.
"Warga Kota Bandung memang kritis, tapi mereka tidak hanya mengkritik. Banyak yang juga beraksi nyata," ucapnya.
Farhan menyebut, program sampah gaslah menjadi salah satu langkah konkret dengan merekrut 1.597 petugas untuk membantu pemilahan sampah dari rumah ke rumah. Dari sisi ekonomi, satu ton sampah memiliki nilai sekitar Rp 315.000 belum termasuk biaya pengangkutan dan PPN.
Pihaknya menekankan, sampah bukan sekadar komoditas sederhana karena tiap kemasan bisa terdiri dari berbagai jenis material. "Dengan upaya ini, kami berharap bisa menekan timbulan sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bernilai," ujar dia.***
Editor : JakaPermana

