KPP DPRD Jabar Salurkan Bantuan untuk 100 Anak Binaan Griya Ramah Anak di Subang
Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Jawa Barat untuk berbagi kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dimanfaatkan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Jawa Barat untuk berbagi kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan.
Melalui kegiatan bakti sosial, KPP DPRD Jabar menyalurkan bantuan kepada 100 anak binaan UPTD Pusat Pelayanan Griya Ramah Anak Dinas Sosial Jawa Barat di Pagaden, Kabupaten Subang.
Ketua KPP DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga bentuk kehadiran negara dalam memastikan anak-anak mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kasih sayang.
"Mereka adalah generasi penerus yang berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik," kata Siti dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, komitmen KPP DPRD Jawa Barat terhadap perlindungan perempuan dan anak akan terus diwujudkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar berbagai kebijakan yang lahir benar-benar berpihak kepada kelompok rentan.
"Kami berkomitmen untuk terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak, khususnya di Jawa Barat, sehingga hak-hak mereka dapat terpenuhi secara optimal," ujarnya.
Anggota KPP DPRD Jawa Barat, Tia Fitriani, menambahkan kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi dengan mitra kerja DPRD, khususnya Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, perhatian terhadap anak tidak hanya diberikan kepada penghuni Griya Ramah Anak di Subang, tetapi juga akan terus diperluas ke berbagai daerah di Jawa Barat melalui kolaborasi bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan.
"KPP DPRD Jawa Barat hadir untuk memberikan perhatian kepada anak-anak, tidak hanya di Griya Ramah Anak Dinas Sosial Jabar ini, tetapi juga di berbagai wilayah di Jawa Barat. Kami berharap kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin agar semakin banyak anak yang mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal," katanya.
Bantuan yang disalurkan meliputi kerudung, kaus kaki, sepatu olahraga, bantal, papan tulis (whiteboard), meja belajar lipat, bantuan uang tunai, makanan, hingga aneka makanan ringan.
Kepala Subbagian UPTD Griya Ramah Anak, Teti Tedjaningrum, menyampaikan apresiasi atas kepedulian KPP DPRD Jawa Barat. Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebutuhan yang sebelumnya diajukan pihak pengelola.
Saat ini, UPTD Griya Ramah Anak membina 100 anak dengan latar belakang yang beragam, termasuk 13 anak penyandang disabilitas yang membutuhkan penanganan khusus. Anak-anak penyandang disabilitas yang sudah tidak memiliki orang tua akan dirujuk ke Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD), sedangkan mereka yang masih memiliki keluarga akan dipersiapkan kembali ke lingkungan orang tua melalui proses pendampingan.
Selain memperoleh layanan sosial, para anak binaan juga dibekali pendidikan vokasional sebagai bekal keterampilan dan kemandirian saat memasuki usia dewasa.
"Sebagian besar anak yang berada di Griya Ramah Anak berasal dari Kabupaten Subang dengan berbagai kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi mereka," ujar Teti.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, KPP DPRD Jawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak-hak anak, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.***
Editor : JakaPermana

