KSP Sempat Terbelah Perbedaan Pandangan, Kini Mereka Menyatu Lagi
Kelompok Study Proklamasi adalah kelompok mahasiswa yang terkenal di masanya dengan seminar tentang pembangunan dan agama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor-Tahun 1980-an Kelompok Studi Proklamasi adalah kelompok mahasiswa yang terkenal di masanya dengan giat seminar tentang pembangunan dan agama.
Kelompok Studi Proklamasi disebut karena para Mahasiswa maupun Mahasiswi tersebut 'bermarkas' di Jalan Proklamasi DKI Jakarta, di kediaman DR. Djohan Effendi (mantan Menteri Sekretariat Negara era President Abdurrahman Wahid).
Walaupun sempat terpecah karena perbedaan pandangan, Kelompok Studi Proklamasi yang dipimpin Denny Januar Ali (JA) ini pun sudah bersatu kembali. Hal itu, disampaikan salah satu anggota kelompok tersebut Halimah Munawir.
"Karena "darah muda" dan perbedaan pandangan saat masih Mahasiswa, para anggota Kelompok studi Proklamasi pernah membuat terpecah menjadi dua kelompok. Namun seiring waktu berjalan kembali bersama bahkan kelompok ini sampai sekarang tetap harmonis karena menjunjung tinggi arti sebuah persahabatan," kata Halimah Munawir kepada wartawan, Kamis, 11 April 2024.
Halimah Munawir menuturkan bahwa rekan-rekannya yang tentunya kini bukan Mahasiswa lagi tetap sebagai aktifis berintelektual, banyak diantara mereka yang menjadi penulis buku hingga novel.
Seperti halnya dulu ketika muda, gerakan mereka tidak dengan turun ke jalan dengan melempar penggorengan atau panci dan berdemo di jalanan dan lebih fokus pada sumbangsih pemikiran melalui tulisan, buku dan gerakan seminar seminar.
Selain itu, kini mereka mapan dengan karirnya masing-masing seperti Denny JA dengan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) atau kawan karib lainnya yang berprofesi sebagai dosen, pengusaha hingga lawyer.
"Banyak buku yang kami hasilkan antara lain masalah pembangunan dan kekerasan dalam agama. Kalau saya lebih suka menulis novel dan kumpulan puisi seperti Padmi, The Sinden, Bayang Firdaus, Sulur Kembang Sri Tanjung, Sucinya Cinta Sungai Gangga, Kidung Volendam, Sahabat Langit dan lainnya," tutur Halimah.
Wanita yang masih aktif berkesenian ini menjelaskan, bahwa intelektualnya Kelompok Studi Proklamasi tak lepas dari DR. Djohan Effendi yang juga pernah menjabat sebagai penulis pidato Presiden Soeharto.
"Kami anggota Kelompok Studi Proklamasi sering di bilang 'anak ideologis' Djohan Effendi, hingga timbul rasa prihatin jika ada segala bentuk pertentangan yang mengatasnamakan agama," jelas Halimah Munawir. (Reza Zurifwan)
Editor : Zulfirman

