KSP Dudung Dorong BPJS Kesehatan Perkuat Layanan demi Fondasi Indonesia Emas 2045
KSP Dudung Abdurachman mendorong penguatan BPJS Kesehatan melalui berbagai dukungan strategis sebagai fondasi Indonesia Emas 2045
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mendorong penguatan BPJS Kesehatan melalui berbagai dukungan strategis. Langkah ini dinilai sebagai fondasi penting untuk menyokong agenda pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Dudung saat memberikan pidato kunci dalam acara Sarasehan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
"Dengan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan, kita sedang memperkuat fondasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional dan melapangkan jalan menuju pencapaian visi besar kita bersama, yaitu Indonesia Emas 2045," ujar Dudung dalam keterangan tertulis yang dikutip di Antara, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dudung menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, penguatan BPJS Kesehatan telah menjadi program prioritas nasional yang tercantum dalam visi-misi Presiden sekaligus bagian dari implementasi Astacita keempat.
Mantan Kasad tersebut mengapresiasi capaian BPJS Kesehatan yang kini telah memberikan perlindungan kepada lebih dari 285 juta jiwa, atau mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia. Terlebih, layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga terus diperluas hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah belum tersedia fasilitas kesehatan memenuhi syarat (DBTFK).
Perluasan layanan di area terpencil tersebut dilakukan melalui kerja sama rumah sakit apung, pengiriman dokter dan tenaga medis, serta penyediaan virtual office layanan peserta (VIOLA) dalam Program LANURI yang telah menjangkau 3.839 desa.
Selain itu, KSP juga mengapresiasi sejumlah inovasi BPJS Kesehatan yang mendukung program prioritas pemerintah. Inovasi tersebut di antaranya optimalisasi aplikasi P-Care untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Siswa Sehat Sekolah Rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih, hingga Program Prolanis Muda untuk menekan risiko penyakit kronis pada peserta berusia di bawah 45 tahun.
Meski menorehkan banyak prestasi, Dudung mengingatkan masih ada tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Tantangan tersebut mulai dari keberlanjutan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, tingkat kepatuhan peserta, hingga komitmen fasilitas kesehatan dalam menjalankan program JKN.
Terkait tantangan finansial, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan bahwa rasio klaim Program JKN saat ini telah menembus angka 108 persen. Angka ini mencerminkan tingginya beban pembiayaan kesehatan yang ditanggung oleh lembaga.
"Jika perusahaan asuransi swasta mungkin melakukan repricing jika klaim sudah menyentuh 95 persen demi menjaga keberlanjutan bisnisnya. Kami sangat berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan finansial Program JKN ini dalam jangka panjang," tutur Prihati.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Prihati menyatakan BPJS Kesehatan telah menyiapkan strategi matang guna meningkatkan kepesertaan, memperkuat pendanaan, serta mempercepat transformasi layanan berbasis digital. Upaya ini mencakup integrasi kepesertaan JKN dengan layanan publik lain serta pengembangan layanan non-tatap muka agar akses masyarakat semakin mudah dan cepat.
Editor : Ahmad Sayuti

