KUB bank bjb Geliatkan BPD 

Langkah strategis dijalankan bank bjb guna melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai daerah. Penawaran skema KUB diyakini menjadi daya tarik sejumlah BPD untuk bergabung.

KUB bank bjb Geliatkan BPD 
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi menegaskan, guna mengantisipasi tren terkini industri perbankan khususnys BPD, salah satu skema penguatan permodalan yang mengemuka yakni melalui kelompok usaha bank (KUB). 

INILAHKORAN, Bandung - Langkah strategis dijalankan bank bjb guna melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai daerah. Penawaran skema KUB diyakini menjadi daya tarik sejumlah BPD untuk bergabung.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) Yuddy Renaldi menegaskan, guna mengantisipasi tren terkini industri perbankan, khususnya BPD, salah satu skema penguatan permodalan yang mengemuka yakni melalui kelompok usaha bank (KUB). 

Dia meyakini, kolaborasi merupakan hal paling penting yang harus dilakukan bank pembangunan daerah (BPD) dalam melakukan inovasi dan transformasi agar bisa bersaing di industri perbankan. Terlebih, guna memperkuat stabilitas sistem perbankan Indonesia itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/2020 dan POJK Nomor 12/2021 yang menjadi trigger positif bagi BPD untuk bersinergi. 

Menurutnya, POJK tersebut mendorong penguatan permodalan sehingga BPD dapat meningkatkan perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta mampu mengantisipasi tren terkini industri perbankan, dimana salah satu skema penguatan permodalan yang mengemuka melalui KUB.

Yuddy menuturkan, sejak 2021 bank bjb melakukan komunikasi dengan sejumlah BPD untuk melakukan sinergi bisnis dalam kerangka KUB. Bakkan, pertemuan pun telah dilakukan dengan beberapa gubernur selaku pemegang saham pengendali dari BPD. Sejauh ini, hasilnya ditanggapi positif sebagai sebuah kesamaan visi untuk memajukan ekonomi bangsa.

Terkini, bank bjb bersepakat menjalankan KUB dengan Bank Bengkulu. Melalui penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) penyertaan modal. Bank Bengkulu menyetujui rencana menjadi anggota KUB bank bjb dimana bank bjb akan melakukan setoran modal secara bertahap sebanyak-banyaknya Rp250 miliar. Kini, bank bjb telah melakukan penempatan dana kepada Bank Bengkulu sebesar Rp100 miliar yang saat ini dalam proses persetujuan pengefektifan di OJK. 

“Inti dari skema KUB, kebutuhan likuditas dan permodalan dari anggota KUB untuk kebutuhan pertumbuhan bisnisnya akan di-support bank bjb selaku induk usaha. Untuk sinergi bisnis pun segera kami realisasikan dengan akselerasi berbagai sinergi bisnis lainnya, terutama layanan e-tax, digitalisasi dan pembiayaan sindikasi” kata Yuddy dalam acara Forum Redaktur di Bogor, Jumat 12 Agustus 2022. 

Untuk jalinan kolaborasi tersebut dia membuka pintu selebar-lebarnya bagi BPD lain yang tertarik bekerja sama. Tak hanya Bank Bengkulu saja, dalam waktu dekat bank bjb akan bersinergi dengan BPD lainnya. bank bjb merupakan BPD terbesar di Indonesia dengan infrastruktur yang mumpuni sehingga infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan BPD secara bersama-sama. 

Khusus infrastruktur IT, saat ini bank bjb sudah memiliki produk produk digital seperti DIGI dan DigiCash by bank bjb, (QRIS), bjb e-Tax, social fund transfer untuk penyaluran dana bantuan, cash management system, dan loan onboarding untuk pengajuan kredit melalui aplikasi. Selain itu, didukung bjb University yang merupakan corporate university yang dapat dipergunakan untuk pengembangan SDM bersama. 

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menambahkan sinergi dengan skema KUB yang dilakukan BPD merupakan langkah pintar karena mampu memaksimalkan berbagai potensi dan peluang di sektor perbankan yang didasari dengan POJK terkait pemenuhan modal inti minimal.

Kebutuhan KUB diakuinya juga terkait sinergi di tengah tren besar dunia perbankan menuju digitalisasi. BPD hendaknya mengantisipasi perubahan yang sedang terjadi, terutama dalam persaingan perbankan digital. Persaingan perbankan digital itu membuka peluang namun harus didukung dengan permodalan kuat. 

“Industri perbankan sudah sangat kompleks dan kebutuhan utama bank digital, ya ekosistem serta infrastruktur teknologi informasinya. Artinya, ini membutuhkan modal besar. Saya kira, peluang KUB yang ditawarkan bank bjb dengan berbagai potensi sinergitas lainnya yang mengikuti dapat menjadi sebuah solusi,” ucapnya.*** (dnr)


Editor : Doni Ramdhani