Lama Tak Terdengar, Grand Hotel Lembang Bakal Dialihfungsikan menjadi Museum

Bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) mungkin sudah tak asing dengan salah satu hotel bersejarah yang berlokasi Jalan Raya Lembang No.272, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yakni Grand Hotel Lembang.

Lama Tak Terdengar, Grand Hotel Lembang Bakal Dialihfungsikan menjadi Museum
Lama tak terdengar, kini muncul kabar bahwa Grand Hotel Lembang bakal dialihfungsikan menjadi museum. Hotel legendaris yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan, yakni Jalan Grand Hotel dari Pasar Panorama berujung di Jalan Raya Lembang. (net)

INILAHKORAN, Ngamprah - Bagi warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) mungkin sudah tak asing dengan salah satu hotel bersejarah yang berlokasi Jalan Raya Lembang No.272, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yakni Grand Hotel Lembang.

Berdasarkan catatan, Grand Hotel Lembang dibangun pada 1916 dengan luas lahan mencapai 7 hektare. Hotel ini pernah dikelola Bruno Treipl saat masih berumur 18 tahun pada 1934. 

Sebagai pengelola awal Grand Hotel Lembang, Bruno Treipl sendiri merupakan seorang Jerman yang pernah jadi tahanan Hindia Belanda dan sempat dikirim ke kamp tahanan di Dehra Dun, Mussori, India.

Di masa jayanya, yakni sekitar tahun 1980 hingga 1990'an, Grand Hotel Lembang menjadi tempat favorit wisatawan yang datang ke wilayah Bandung utara untuk menginap. Bahkan, hotel ini juga menjadi langganan pemerintah, BUMN maupun perusahaan swasta untuk menggelar kegiatan. 

Namun, sejak beberapa tahun lalu berhenti beroperasi.  Kondisi keuangan diperburuk dengan pandemi Covid-19 menjadi penyebabnya.

Lama tak terdengar, kini muncul kabar bahwa Grand Hotel Lembang bakal dialihfungsikan menjadi museum. Hotel legendaris yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan, yakni Jalan Grand Hotel dari Pasar Panorama berujung di Jalan Raya Lembang.

"Memang benar informasinya bekas Grand Hotel Lembang oleh pemiliknya tidak akan dibangun hotel lagi melainkan museum transportasi," kata Camat Lembang, Bambang Eko Setyo Wahjudi belum lama ini.

Dalam kapasitasnya sebagai camat, Bambang mengakui baru sekali menghadiri rapat rencana pembangunan museum transportasi atas undangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB.

"Tapi kelanjutannya saya belum tahu, progresnya sampai sejauh mana. Setahu saya hanya sebatas bakal dibangun museum transportasi," ujarnya.

Menurut bayangannya, di museum transportasi bakal dipamerkan berbagai alat transportasi baik darat, laut, maupun udara. Selain itu, museum transportasi bakal lebih luas dari lahan eks Grand Hotel Lembang.

Bahkan, sambung Bambang, beberapa lahan dan bangunan milik warga sekitar masuk dalam rencana pembangunan museum.

"Museum transportasi lebih luas dibandingkan Grand Hotel Lembang sekarang, makanya bakal dilakukan pembebasan lahan," ungkapnya.

Setahu saya, pembebasan masih menghadapi sejumlah kendala. Selain tanah milik warga, terdapat lahan hak guna usaha (HGU) Baru Adjak," sambungnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani