Eks Grand Hotel Lembang Bakal jadi Objek Wisata, Komisi III Sidak Perizinan dan Kelengkapan Dokumennya
Keberadaan objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian menjamur lengkap dengan suguhan konsep mulai dari alam hingga modern.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Keberadaan objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian menjamur lengkap dengan suguhan konsep mulai dari alam hingga modern.
Bahkan, baru-baru ini Lembang bakal kembali menyuguhkan objek wisata teranyar dengan konsep yang berbeda dan lebih menarik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun inilahkoran.id, objek wisata terbaru yang bakal hadir di Lembang dinamai Autopia Park. Rencananya, wahana dengan konsep otomotif itu bakal berdiri di atas total lahan seluas 10 hektare.
Tepatnya, di bekas hotel legendaris di kawasan Lembang, yakni Grand Hotel Lembang. Sementara untuk luas lahan yang rencananya bakal dibangun untuk museum otomotif pertama di Indonesia itu mencapai 1,7 hektare.
Kendati demikian, rencana pembangunan Autopia Park itu langsung mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat yang melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan berbagai syarat perizinan ditempuh sesuai aturan.
"Kedatangan Komisi III ke lokasi proyek Autopia Park untuk mengecek soal kelengkapan perizinan, serta terkait dengan batas lahan Yayasan Pendidikan Keluarga Al Musyawarah (YPKM) Baru Adjak," kata Ketua Komisi III, Pither Tjuandys saat ditemui di lokasi.
Pither mengaku, pihaknya telah melihat site plan Autopia Park dan jaraknya cukup jauh dari yayasan. Sementara terkait perizinan sudah lengkap.
"Malah sudah mengantongi PBG, itu berarti mereka sudah dapat melaksanakan pembangunan," kata Pither.
Wakil Ketua DPRD KBB, Asep Dedi berharap, ketika melaksanakan pembangunan melibatkan warga sekitar. Begitupun ketika sudah beroperasi juga mempekerjakan warga setempat sebagai karyawan.
"Pesan kami, perusahaan mengakomodir tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga setempat hanya menjadi penonton. Lain halnya soal tenaga ahli, silahkan perusahaan yang lebih paham dan mengerti," tandasnya.
Sementara itu, partner PT Wahana Autopia Indonesia Reza Widjadja memastikan seluruh perizinan untuk pembangunan Autopia Park ini sudah lengkap.
"Kami sudah mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Rencananya setelah Idulfiitri ini, pembangunan akan kami mulai," kata
usai menjelaskan soal perizinan dan site plan kepada Komisi III, DPRD KBB saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa 25 Maret 2025.
Reza menjelaskan, Autopia Park memiliki konsep edutainment yaitu memadukan antara pendidikan (education) dan hiburan (entertainment). Akan dibangun galery mobil antik sampai masa depan.
"Tidak hanya sekadar mobil tua, tapi juga langka. Kami juga akan menampilkan mobil-mobil terkini, mungkin bisa jadi mobil masa depan juga akan ada. Ditargetkan pembangunan beres 1,5 tahun," sebutnya.
Meski begitu, Reza menyebut, bangunan heritage yang ada di bekas Grand Hotel Lembang tidak akan dibongkar. "Kami akan tetap mempertahankan sebagai bagian dari destinasi wisata," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


