Landasan di Area Masuk TPA Sarimukti Tak Kunjung Rampung, DLH KBB Terpaksa Lakukan Ini

Persoalan landasan di area masuk TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum rampung diperbaiki.

Landasan di Area Masuk TPA Sarimukti Tak Kunjung Rampung, DLH KBB Terpaksa Lakukan Ini
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan landasan di area masuk TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum rampung diperbaiki.

Imbasnya, hingga saat ini truk pengangkut sampah yang akan masuk ke kawasan TPA Sarimukti masih harus mengantre.

"Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti masih terhambat karena proses perbaikan landasan masuk di area TPA belumn selesai," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak kepada proses pembuangan sampah. Tak hanya dari KBB tapi juga wilayah lainnya di Bandung Raya. 

"Terlebih pasca hujan turun maka lokasi ke TPA Sarimukti menjadi licin sehingga membahayakan bagi pengemudi truk sampah," tuturnya.

Hingga saat ini, sebut dia, penumpukan sampah masih terjadi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan DLH, KBB yang berada  di Jalan Gedong Lima. 

"Itu merupakan sampah yang belum terangkut karena armada truk sampah yang membuang ke Sarimukti terhambat kembali lagi ke UPT," sebutnya.

“Jadi karena lama antre di TPA otomatis berdampak ke pengangkutan, sampah-sampah yang di masyarakat di tampung dulu di tempat penampungan sementara sambil menunggu diangkut,” bebernya.

Ia pun mengakui, terkendalanya pembungan di TPA Sarimukti karena truk masih mengantre tak bisa dielakkan. 

Akibatnya, sambung dia, di sejumlah titik terutama permukiman perkotaan yang tidak ada lahan lebih, sampah diangkut sementara ke UPT Kebersihan di Gedong Lima sebelum diangkut ke TPA Sarimukti.

"Dalam sehari sampah di KBB yang dibuang ke TPA Sarimukti sebanyak 160 ton dari total timbulan sampah antara 500-600 ton," ujarnya.

Namun, lanjut dia, untuk sebagian yang belum terangkut masih dibuang secara konvensional terutama masyarakat di wilayah selatan KBB yang masih memiliki lahan kosong cukup luas. 

"Banyak sampah yang tertahan belum dibuang, setiap harinya ditampung sementara di UPT Kebersihan," tuturnya.

"Perlu ada penambahan armada truk sampah agar pengangkutan bisa maksimal, karena kita baru punya 39 unit dan itupun ada yang rusak," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti