Langkah Kecil Menuju Pribadi Tangguh

SMKN Maung Purwakarta tak hanya mencetak siswa terampil. Karakter dan disiplin juga ditempa bersama Brimob Jabar.

Langkah Kecil Menuju Pribadi Tangguh
BANGUN KARAKTER: Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menegaskan, pendidikan ketarunaan bukan sekadar pelatihan fisik maupun kedisiplinan. Program ini dirancang sebagai sarana membangun karakter peserta didik melalui pendekatan kepramukaan.

Oleh: Yuliantono

Pagi-pagi, langkah para siswa SMKN Maung Purwakarta mulai berbeda. Mereka tidak hanya datang untuk belajar teori dan keterampilan kejuruan, tetapi juga menjalani proses pembentukan karakter melalui pendidikan ketarunaan bersama Satuan Brimob Polda Jawa Barat.

Selama tiga bulan ke depan, para peserta didik akan mengikuti pembinaan intensif di lingkungan Markas Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda Jabar, Purwakarta.

Program ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya terampil secara vokasi, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan mental kuat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menegaskan, pendidikan ketarunaan bukan sekadar latihan fisik atau pembiasaan disiplin. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter melalui pendekatan kepramukaan yang dipadukan dengan nilai-nilai luhur Pancawaluya.

“Anak-anak SMKN Maung Purwakarta ini bekerja sama dengan Brimob untuk pendidikan karakter Pancawaluya. Mereka akan dididik selama tiga bulan di sini dengan pendekatan model kepramukaan,” ujar Purwanto, Senin (27/7).

Menurutnya, kepramukaan memiliki peran penting dalam membangun watak generasi muda. Nilai tanggung jawab, patriotisme, kepedulian sosial, hingga kemampuan bekerja sama menjadi bekal yang ditanamkan kepada para siswa.

“Pendidikan kepramukaan merupakan pendidikan untuk pengembangan karakter anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Pancawaluya akan dibangun dan diperkuat bersama Brimob,” ucapnya.

Melalui proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan, para siswa diharapkan tidak hanya mampu menguasai kompetensi akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga memiliki etika, mental tangguh, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Di lingkungan Brimob, para siswa akan belajar tentang arti kebersamaan, kepatuhan terhadap aturan, serta pentingnya menghargai sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi untuk membentuk pribadi yang siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Komandan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda Jabar, Iptu Yosafat Jan Diocassa Agrephino mengatakan, pendidikan ketarunaan menjadi kesempatan bagi siswa untuk membangun rasa persaudaraan dan kedisiplinan.

“Kami berharap setelah selesai mengikuti pelatihan ini, mereka memiliki rasa kebersamaan, tidak ada perbedaan satu sama lain. Mereka akan lebih disiplin, berintegritas, memiliki budi pekerti, serta mampu bersikap sopan kepada orang tua, teman, dan lingkungan sekitar,” katanya.

Kolaborasi antara SMKN Maung Purwakarta dan Brimob Jabar menjadi langkah untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah vokasi. Sebab, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap, integritas, dan nilai-nilai yang mereka bawa. (gin)


Editor : Inilahkoran