Legislator: Kirab Mahkota Binokasih Ujian Pemprov Jabar Majukan Budaya Sunda

Agenda Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, dinilai bukan sekadar seremoni budaya.

Legislator: Kirab Mahkota Binokasih Ujian Pemprov Jabar Majukan Budaya Sunda
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung

INILAHKORAN.ID - Agenda Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, dinilai bukan sekadar seremoni budaya. Momentum itu disebut menjadi ujian nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga, sekaligus memajukan warisan Budaya Sunda yang mulai tergerus zaman.

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung menilai, agenda tersebut dapat menjadi fondasi awal dalam memperkuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Jawa Barat yang kini dibahas panitia khusus (Pansus) DPRD.

“Atensi Pemprov terhadap budaya Jawa Barat ini terlihat serius, apalagi di tengah-tengah ini pembahasan terkait dengan pemajuan kebudayaan yang kelihatannya ini akan bisa menjadi semacam testimoni bagi Pansus, dalam rangka penuntasan Ranperda tentang pemajuan kebudayaan Jawa Barat,” kata Yomanius di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung baru-baru ini.

Menurutnya, munculnya kembali berbagai kesenian tradisional yang hampir punah menjadi sinyal positif, bahwa pemerintah mulai memberi ruang lebih besar bagi budaya lokal untuk tampil di ruang publik.

Ia menyoroti sejumlah tradisi daerah yang kembali diangkat dalam rangkaian kirab budaya tersebut, mulai dari tradisi di Sumedang hingga kesenian Benjang yang berkembang di wilayah Majalengka.

“Saya melihat dari sisi kebudayaan, bahwa memunculkan beberapa budaya tradisional yang hampir punah itu sangat mulia,” ucapnya.

Namun demikian, Yomanius mengingatkan agar perhatian terhadap budaya tidak berhenti pada kemeriahan acara tahunan semata. Ia meminta, Pemprov Jabar memastikan keberlanjutan program pelestarian budaya melalui kebijakan konkret, dukungan anggaran, hingga pembinaan komunitas seni dan budaya di daerah.

“Itu mendorong dan menunjukkan atensi yang kuat dari pemerintah provinsi. Mudah-mudahan itu tidak sebatas kegiatan seremonial ketika kirab budaya. Tapi itu sungguh menunjukkan perhatian besar dari pemerintah provinsi yang juga tentu dari DPRD,” tegasnya.

Sisi lain, pihaknya juga mendorong agar pelestarian budaya ini masuk dalam muatan lokal di sekolah, utamanya jenjang SMA dan SMK.***


Editor : JakaPermana