Lens 1-9 Como: Cinderella Menggila
DI Liga Champions, kisah Como bak cerita Cinderella. Mereka yang dipandang sebelah mata sanggup ciptakan keajaiban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Como pulang dari laga tandang dengan membawa sembilan gol. Namun, malam luar biasa itu benar-benar terjadi. Menghadapi Lens pada matchday keempat, Kamis (5/11) dini hari WIB, Como tampil menggila dan menang telak 9-1.
Di balik pesta gol tersebut, ada satu hal menarik dari pengakuan sang kapten, Lucas Da Cunha. Rupanya, mencetak sembilan gol bukanlah target yang mereka bawa sejak awal pertandingan. Misi Como ternyata jauh lebih sederhana: bermain seperti biasa dan membawa pulang tiga poin.
"Ini malam yang luar biasa dan hasil yang gila," ujar Da Cunha, dikutip dari situs resmi UEFA.
"Kami mengawali pertandingan dengan tekad yang kuat, ingin membawa pulang tiga poin dan bermain seperti biasa. Malam ini kami bisa menuntaskannya dengan baik," lanjutnya.
Apa yang terjadi di lapangan bahkan melampaui ekspektasi. Como tampil begitu tajam dan nyaris tak memberikan kesempatan kepada Lens untuk bernapas. Dari 11 tembakan tepat sasaran, sembilan di antaranya berhasil bersarang di gawang lawan.
Douvikas menjadi bintang dengan torehan hat-trick. Sementara itu, enam gol lainnya masing-masing disumbangkan Nico Paz, Lucas Da Cunha, Kempf, Liberali, Baturina, dan Papaccioli.
Kemenangan ini bukan sekadar pesta gol biasa. Como yang baru menjalani debut di Liga Champions musim ini langsung mengukir catatan bersejarah. Mereka menjadi tim pertama di era Liga Champions yang mampu menang dengan mencetak sembilan gol di kandang lawan.
Catatan serupa pernah dibuat Real Madrid pada 1990. Namun, kala itu kompetisi masih bernama Piala Eropa. Los Blancos menang 9-1 atas Swarovski Tirol.
Meski baru saja merasakan malam yang begitu istimewa, Da Cunha tak ingin rekan-rekannya larut dalam euforia. Sang kapten mengingatkan bahwa perjalanan Como di Liga Champions masih jauh dari kata selesai.
"Kami tidak boleh cepat puas. Kompetisi Liga Champions masih panjang," tegasnya.
Tambahan tiga poin membuat Como kini mengoleksi sembilan poin dari empat pertandingan dan menempati peringkat keempat klasemen sementara Liga Champions. Mereka hanya terpaut tiga poin dari PSG yang berada di puncak.
Sembilan gol mungkin menjadi kejutan terbesar malam itu. Namun, bagi Da Cunha dan rekan-rekannya, kemenangan ini adalah buah dari tekad sederhana yang berhasil diwujudkan dengan cara luar biasa.
Sementara itu, Pelatih Como Cesc Fabregas mengaku ada satu hal yang membuatnya kecewa di balik pesta gol melawan Lens.
Lens mencetak satu gol hiburan saat sudah ketinggalan 0-7. Gol itu dikemas oleh Ruben Aguilar.
Dalam sebuah tendangan sudut, Aguilar mampu mencatatkan gol ke gawang dengan tendangan voli. Aguilar merupakan mantan rekan setim Fabregas di AS Monaco.
Satu gol Lens ini yang menjadi ganjalan untuk Fabregas. Tapi, pelatih asal Spanyol itu tetap memberi pujian untuk Aguilar.
"Saya marah atas gol yang membobol gawang kami, karena kami mengubah sesuatu dalam pertahanan kami dengan tiga pergantian pemain," kata Fabregas dikutip dari Football Italia.
"Ditambah lagi gol itu dicetak oleh mantan rekan setim saya, saya pernah bermain bersama Ruben Aguilar di Monaco, dan saya katakan kepadanya bahwa saya belum pernah melihatnya mencetak gol seperti itu sebelumnya! Secara jujur itu adalah gol yang hebat," katanya menambahkan.
Bersama Fabregas musim ini, Como sudah menjalani 14 pertandingan. Hasilnya, Como mencatatkan 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Como menempati posisi keempat di klasemen Liga Champions 2026/27 dengan raihan sembilan poin. Sementara di Liga Italia, Como juga ada di posisi keempat dengan 23 poin.
Fabregas meminta anak-anak asuhnya agar tidak berpuas diri. Dia ingin anak asuhnya terus bisa tampil di level tertinggi.
"Ini adalah malam yang luar biasa bagi , untuk seluruh penggemar kami dan banyak pemain muda di sini yang berada di awal karier mereka, tetapi mereka harus tetap membumi, rendah hati, terus belajar, dan tidak berpikir semuanya akan berjalan lancar dari sini dan seterusnya," kata Fabregas dikutip dari Football Italia.
"Mereka harus terus bekerja keras untuk mempertahankan performa seperti ini," katanya menambahkan. (bsf)
RC LENS 1-9 COMO Tasos Douvikas/Man of the Match Menit Main: 60 Gol: 3 Assist: 1 Shots: 3 On Goal: 3 Umpan Kunci: 2 Akurasi Umpan: 83,3% Sentuh Bola: 55
DATA FAKTA Waktu: Kamis (5/11) ; Kick Off Pukul 03.00 WIB Tempat: Stade Bolaert-Delelis Wasit: R Seggi Man of the Match: A Douvikas Pencetak Gol: Lens (R Aguilar 65') ; Como (Douvikas 7' 32', 57', Nico Paz 40', Da Cunha 47', Kempf 53', Liberali 62', Baturina 69', Papacciolo 90+1') Kartu Kuning: Lens (Baidoo, Cuisance) ; Como (-) Kartu Merah: -
Daftar Kemenangan Besar Liga Champions Abad ke-21 05/11/2003: AS Monaco 8-3 Deportivo La Coruna 06/11/2007: Liverpool 8-0 Besiktas 08/12/2015: Real Madrid 8-0 Malmo FF 22/11/2016: Borussia Dortmund 8-4 Legia Warsawa 14/08/2020: Bayern Munich 8-2 Barcelona 17/09/2024: Bayern Munich 9-2 Dinamo Zagreb 05/11/2026: RC Lens 1-9 Como 1907.
Editor : Inilahkoran

