Cahaya Baru bagi Kolam-kolam Ciseeng
KAWASAN budidaya ikan di Ciseeng mulai dibenahi. Pemkab Bogor memasang lampu dan memperbaiki akses jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Hamparan kolam budidaya ikan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, tak lagi hanya mengandalkan cahaya siang. Pemerintah Kabupaten Bogor mulai membenahi kawasan perikanan seluas hampir 200 hektare dengan memasang penerangan dan memperbaiki akses jalan untuk memudahkan aktivitas para pembudidaya.
Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghidupkan kembali sektor perikanan. Infrastruktur yang memadai diharapkan membuat kegiatan budidaya hingga distribusi hasil produksi berjalan lebih lancar.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, revitalisasi dilakukan terhadap sejumlah kolam milik pembudidaya. Penerangan dipasang agar kawasan yang sebelumnya gelap saat malam hari menjadi lebih terang.
"Ciseeng pun kita sedang melakukan revitalisasi terhadap beberapa kolam-kolam milik para petani kita. Lalu kita memasang penerangan untuk kolam-kolam seluas kurang lebih hampir 200 hektare," kata Rudy saat meninjau UPT IV Dinas Perikanan dan Peternakan di Laladon, Kecamatan Ciomas, seperti dikutip dari ANTARA.
Selain penerangan, Pemkab Bogor juga meningkatkan kualitas jalan usaha tani yang menghubungkan kawasan kolam dengan jalur distribusi hasil perikanan. Akses tersebut diharapkan memudahkan pembudidaya menjangkau kolam, merawat ikan, hingga mengangkut hasil panen.
"Sehingga para pelaku perikanan mengakses kolamnya lebih mudah karena ada jalan usaha tani. Lalu malam hari pun yang tadinya gelap jadi terang dan akses komoditas perikanan dapat lebih mudah," ujarnya.
Bagi Rudy, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan kembali potensi perikanan Kabupaten Bogor, terutama komoditas ikan hias yang memiliki peluang pasar ekspor.
Sebelum pandemi COVID-19, Kabupaten Bogor dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ikan hias di Asia. Kawasan Ciseeng, Parung, dan Cibinong menjadi bagian dari wilayah produksi yang menopang aktivitas usaha tersebut.
Namun, pandemi membuat sebagian pelaku usaha perikanan skala kecil kesulitan memulihkan usahanya. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah melakukan pembenahan tidak hanya pada kawasan budidaya, tetapi juga fasilitas pendukung produksi.
Revitalisasi sejumlah balai benih ikan dilakukan di Cijeruk, Rancabungur, Ciampea, serta beberapa fasilitas perikanan lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih dan mendukung keberlanjutan usaha pembudidaya.
Khusus di Cijeruk, Pemkab Bogor mengembangkan pembenihan ikan hias dengan menggunakan indukan koi asal Jepang yang telah ditempatkan di fasilitas milik pemerintah daerah.
Bibit yang dihasilkan nantinya akan melalui proses sertifikasi sebelum disalurkan kepada pembudidaya, termasuk di kawasan Ciseeng dan Parung. (gin)
Editor : Inilahkoran

